Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2011

makna tersembunyi dari tembang dolanan anak "sluku-sluku" bathok

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Sala
Oleh-olehe payung motha
Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Nek obah medeni bocah
Nek urip goleka dhuwit.

Sluku-sluku bathok, Bathoke ela-elo : berasal dari Bahasa Arab : Ghuslu-ghuslu bathnaka, artinya mandikanlah batinmu. Membersihkan batin dulu sebelum membersihkan badan atau raga. Sebab lebih mudah membersihkan badan dibandingkan membersihkan batin atau jiwa.

Bathoke ela-elo : batine La Ilaha Illallah : maksudnya hatinya senantiasa berdzikir kepada Allah, diwaktu senang apalagi susah, dikala menerima nikmat maupun musibah, sebab setiap persitiwa yang dialami manusia, pasti mengandung hikmah.

Si Rama menyang Sala : (sirama/jawa halus)Mandilah, bersucilah, kemudian kerjakanlah shalat. Allah menciptakan Jin dan manusia tidak lain adalah agar supaya menyembah, menghambakan diri kepada-Nya.

Oleh-oleh payung motha : Lailaha Illalah hayyun mauta : dzikir pada Allah mumpung masih hidup, bertaubat sebelum datangnya maut. Manusia hidup di alam dunia tidak sekedar memburu kepentingan duniawi saja, tetapi harus seimbang dengan urusan-urusan ukhrowi.

Mak jentit lolo lobah wong mati ora obah, nek obah medeni bocah, nek urip golekka dhuwit : Kalau sudah sampai saatnya, mati itu sak jenthitan selesai, habis itu tidak bergerak. Walau ketika hidup sebagai raja diraja, sugih banda-bandhu, mukti wibawa, ketika mati tidak ada yang dibawa. Ketika masih hidup supaya berkarya, giat berusaha.

lalat itu binatang hebat, nak...

Lalat ternyata bukan ciptaan Allah yang sederhana, apalagi hina dan lemah. Sayapnya bergetar dengan serasi, dengan manuver terbang yang sangat cepat. Telungkup, miring dan telentang. Bisa mendarat terbalik dengan kaki-kaki melekat erat di langit-langit rumah. Kaki itu bila perlu bisa mengeluarkan sejenis lendir perekat.

Ketika terbang, lalat mengepakkan sayapnya kurang lebih 500 kali setiap detik. Padahal tak satu pun mesin buatan manusia yang memiliki kecepatan luar biasa itu. Kalaupun ada, tentu akan terbakar dan hancur akibat gaya gesek.

Namun sayap/persendian lalat tidak mengalami kerusakan. Lalat dapat terbang kearah manapun tanpa terpengaruh oleh arah kecepatan angin. Padahal dengan teknologi yang paling mutakhir sekalipun, manusia belum mampu membuat mesin yang memiliki spesifikasi dan teknik terbang yang luar biasa seperti lalat.



Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.(QS. Al Hajj : 22 : 73)


Lalat sangat sukar ditangkap atau dipukul. Selain gaya terbangnya yang gesit, rupanya matanya juga istimewa. Dua belah bola matanya besar bisa melihat ke segala arah. Bola matanya terdiri dari 4000 biiji mata facet yang bersegi enam. Masing-masing bekerja sendiri-sendiri dan menghasilkan ribuan gambar benda yang dilihatnya. Informasi tadi dikirim sangat cepat ke pusat saraf penglihatannya. Karena itu gerakan memukul sedikit saja sudah segera ditangkap oleh lalat, sehingga dia bisa secepat kilat menghindar.

Nah, kehebatan desain lalat itu sampai sekarang masih belum bisa diproduksi, walaupun semua pabrik dan laboratorium berhimpun untuk itu. Ternyata Allah bukan hanya menyindir patung berhala yang tidak bisa membuat lalat, tetapi juga mengingatkan bahwa ilmu dan teknologi juga jangan diberhalakan. Yang pasti Allah SWT telah memberikan isyarat tentang hebatnya lalat. Seekor lalat. Wallahu A'lam.

lalat, ayat Allah yg dimusuhi

Ini adalah pelampiasan saya bila sedang stress. Mengambil gelang karet, diputus lalu nginceng lalat yg sedang pencolat-pencolot sana-sini. Ketika ada lalat yg sedang asyik nemplok , syukur-syukur rombongan langsung dijepret pakai gelang karet, seketika modar mencelat salang tunjang..Hati ini rasanya marem..Bagi saya lalat dan nyamuk adalah musuh besar yg harus ditumpas habis..!!

Tak dinyana meskipun ditakdirkan sebagai musuh saya rupanya lalat telah diabadikan Allah dlm Alqur'an . Tak hanya Allah yg menyinggung tentang lalat. Kanjeng Nabi SAW pun pernah berkisah tentang lalat.


 
"sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu,..."(surat al-baqarah : 26)

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.(QS. Al Hajj : 22 : 73)

Wah..Tak tanggung-tanggung yg disinggung Allah melalui lalat adalah persoalan sensitif, yaitu tauhid, keesaan Allah. Iya..dg perumpamaan lalat Dia menjewer mata kita biar melek bahwa berhala, jin, penunggu Merapi, Nyi Roro Kidul, Pusaka, Dhemit tak mampu membuat lalat, bahkan mereka jg tak mampu menghalau lalat yg mengambil sesuatu dari mereka, sesajen misalnya.

Dalam kisah lalat yg diceritakan Nabi SAW; hanya karena memberikan sesaji seekor lalat seseorang bisa masuk neraka. Coba bandingkan dg Mbah Kuncrut yg memberi sesaji dg ayam, telur dll .

Lain kali saya ceritain dech, betapa luar biasanya tekhnologi yg ada di dalam tubuh lalat. Manusiapun tak akan sanggup membuat sesuatu yg menyerupai tekhnologi lalat..!!

Lalat tak merasa hina dan rendah bila sedang nongkrong di tumpukan sampah. Namun kali waktu lalat tanpa beban hinggap pada makanan mewah nan mahal. Dia hanya mencari karunia Illahi dimanapun rizki diletakkan. Semua kehebatan tekhnologi terbang dan penginderaan yg dianugerahkan Allah  tidak lantas membuatnya pongah, jaim, lalu memilah-milah makanan yg hendak dimakan.

Barangkali lalat jg tdk ambil pusing dg kelebihan yg dimiliki, tak menyadari kehebatannya  telah membuat para ilmuan berdecak kagum. Dia hanya ingin terbang, hinggap sesuka hati, bertemu dg siapapun tanpa memandang latar belakangnya, semua sama. Bercanda dg sapi, kambing, manusia dan seluruh makhluk Allah meski kadang niat baik menyapa mereka justru berujung pada kematiannya sendiri.

Lalat mengajarkan kerendahhatian dan sikap hidup yg egaliter berjumpa dg siapapun dan hinggap di manapun tanpa memandang status sosial.

Saat kita sedang lupa bahwa Allah sedekat urat nadi, Dia mengirimkan lalat, nyamuk dan kecoa di rumah kita. Mereka menyentuh kulit , mencubit, menggelitik mata agar manusia sadar mereka ada krn diciptakan  Dzat Yang Maha Cerdas. Kehadiran mereka memiliki arti tersendiri bagi orang-orang yg mau memikirkan hikmah penciptaanNya.

Mereka makhluk yg diutus Allah utk mengingatkan manusia, mengajarkan banyak hal utk kita kaji lebih dalam. Mereka adalah ayat-ayat Allah yg ditakdirkan menjadi musuh manusia. Semoga saat saya berhasil membunuh seekor lalat masih bisa mengucapkan terimakasih atas kesediaannya menyenggol kulit agar mengingat Allah meski ditebus dg nyawanya.

bimomukti the snowman,seoul

belajar dari nyamuk

Sejak dulu hewan yg paling saya benci adalah nyamuk dan lalat. Bukan hanya karena menyangkut kesehatan tapi nyamuk dan lalat adalah hewan yg paling sering mengganggu saat-saat istirahat,

Tapi penuturan Si Mbok tentang nyamuk  membuka mata saya. Menginspirasi hidup untuk bangkit dari  dipan dan kursi menepis angan dan lamunan. Terbelalak mata saya betapa makhluk kecil yg menjengkelkan itu ternyata memiliki nyali besar untuk bertahan hidup.

"sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu,..."(surat al-baqarah : 26)

Saya tak menyadari bahwa selama ini Si Mbok mengamati aktifitas saya saat mengusir nyamuk di kamar menjelang tidur. Mulai dari  memukul, ngoprak-oprak kamar dg sapu lidi, alat penyetrum listrik, panci yg diolesi minyak hingga menyemprot seisi ruangan dg obat nyamuk. Bahkan saking jengkelnya saya pernah tidur sambil  pegang obat semprot nyamuk. Tiap terdengar suara nguing nyamuk langsung,,sroott...semprot, puas banget ..

Suatu saat seekor nyamuk sedang asyik nungging menyedot darah di lengan saya. Si Mbok yg sedang berada di samping saya duduk melarang saya memukulnya.

" Kasihan to Ngger, itu nyamuk  nekat 'nyokot' kamu pasti sangat kelaparan, dia itu  binatang pemberani bertaruh nyawa agar bisa tetap hidup, dia juga 'nrimo' kodrating Gusti Allah jadi hewan pemakan darah..", Kata Si Mbok dg nada serius.

Belakangan saya tahu ternyata nyamuk bukan pemakan darah.  Baik nyamuk jantan maupun betina hidup dari nektar bunga.Yang butuh darah hanya nyamuk betina. Nyamuk betina mengisap darah hanya karena ia membutuhkan protein dalam darah untuk membantu telurnya berkembang. Dengan kata lain, nyamuk betina mengisap darah hanya untuk memelihara kelangsungan spesiesnya.

Ini sungguh di luar dugaan saya, menakjubkan dan mengagumkan. Betapa seekor ibu nyamuk sibuk berkeliling mengumpulkan darah demi anak-anaknya. Resiko besar menunggu, kematian di tangan manusia.

Pun nyamuk tak ada yg protes pada Sang Pencipta mengapa ia ditakdirkan demikian. Nyamuk mengajarkan kepada kita bahwa hidup hanyalah sebuah lelakon. Bahwa apa yg terjadi di dunia ini sudah 'ginaris' menjadi kehendak Tuhan. Bukan berarti Dia tak menyayangi makhlukNya dg memberi tugas berat, berbahaya, penuh onak dan duri tapi memang demikianlah hidup harus dijalani dg perjuangan agar kita makin giat memohon belas kasih Nya.

Nyamuk menjalani hidupnya dg semeleh 'nrimo ing pandum' namun  mereka tetap berjuang dg nyali besar semangat menyala tak takut kematian yg datang mengancam. Karena toh kematian adalah sebuah kepastian. Kelak seluruh makhluk akan dihidupkan kembali dalam keabadian.

Saat musibah, kesulitan hidup dan aneka derita mengakrabi ini hanyalah sebuah lakon dari beberapa lembar kehidupan. Ujian ini hanya sementara seperti keyakinan nyamuk akan siklusnya yg pendek. Nyatanya nyamuk tetap berusaha dg sungguh-sungguh menjalankan lakonnya.Tak kapok meski berulangkali hampir tewas.

Lalu apakah kita tak merasa malu pada nyamuk yg tetap bersyukur atas takdirnya yg bgt berat. Mereka tetap terbang dan hinggap tak peduli bahaya mengancam. Apakah sampean masih akan berpangku tangan merutuki nasib sial, menyumpahi nasib atau masih bengong ? Segera terbang dan carilah karunia Allah di seluruh penjuru bumi.

“Kehidupan itu seperti cahaya kunang-kunang di tengah malam yg hilang bila esok menjelang. Atau seperti nyamuk, dipukul dia mati gepeng tak dipukulpun esok hari dia mati"..Yach, setidaknya nyamuk telah berusaha keras menjalani titah hidup bukan ??

bimomukti the snowman,seoul

sisi romantis Rasulullah SAW

Oleh: Agustiar Nur Akbar

Syariat Islam diturunkan melalui tangan Muhammad SAW. Bukanlah malaikat, melainkan beliau seorang manusia biasa seperti kita.  “Katakanlah, Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. ( QS Al Kahfi [18] : 110).

Dengan tuntunan wahyu tersebut Rasulullah SAW dinobatkan oleh Allah SWT sebagai suri tauladan. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al Ahzab [33] : 21).

Oleh karenanya dalam segala aspek kehidupan Rasullah saw menjadi contoh baik bagi kita. Termasuk dalam masalah rumah tangga.

Layaknya manusia biasa Rasulullah SAW mempunyai sisi romantis. Beliau sangat pandai dan baik dalam memperlakukan istri-istrinya.

Di antara sisi romantis Rasulullah saw, beliau mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat. Dari 'Aisyah Radhiallaahu 'anha, “Bahwa Nabi SAW mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu”. (HR Ahmad).

Hal ini menunjukan bagaimana Rasulullah SAW mengekspresikan cinta kepada istrinya dengan sederhana dan bersahaja. Hadis ini juga memperlihatkan tentang kelembutan Rasulullah SAW dalam memperlakukan istri-istrinya.

Rasulullah SAW pun senang memanjakan istrinya. Dari 'Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah saw dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air.” (HR Mutafaqun ‘alaih).

Dalam riwayat Ibnu Hibban menambahkan, “Dan tangan kami bersentuhan”.

Dalam memperlakukan istri-istrinya Rasulullah SAW bukan saja dengan kelembutan. Tak segan-segan Rasulullah saw mengerjakan perkerjaan mereka. Di antaranya mencuci pakaian.

'Aisyah umul mukminin mengisahkan, “Rasulullah SAWpernah mencuci pakaian bekas kami, lalu keluar untuk menunaikan shalat dengan pakaian tersebut, dan saya masih melihat bekas cucian itu." (HR Bukhari Muslim).

Bayangkahlah! Muhammad  adalah seorang nabi dan rasul. Manusia yang derajatnya ditinggikan Allah SWT. Beliau juga seorang pemimpin umat. Namun tak segan mengerjakan perkerjaan rumah yang biasa dikerjakan oleh perempuan; mencuci baju.

Bukan hanya itu, saat itu  masyarakat menganggap perempuan kelas kedua. Bahkan memiliki anak perempuan dianggap sebagai suatu aib. Dan perempuan dianggap najis ketika haid, seperti yang diyakini orang Yahudi. Sehingga tidak berkenan makan bersama dengan wanita haid.

Rasulullah SAW mengajarkan untuk memperlakukan dengan istimewa. Hal itu ditunjukan ketika nabi Muhammad SAW tidak sungkan mandi dari sisa air  istrinya. Dari Ibnu Abbas, “Bahwa nabi saw pernah mandi dari air sisa Maimunah." (HR Muslim).

Semua hal yang dilakukan oleh Rasulullah menunjukan bahwa Rasulullah sangat memahami psikis dan perasaan wanita. Rasulullah SAW pun menghargai persamaan. Wallahu ‘alam bi showwab.

*) Penulis adalah mahasiswa Indonesia yang kini tengah menimba ilmu di Kairo, Mesir.

Minggu, 03 April 2011

mengamati nyamuk

Nyamuk, harun yahya.com
Sebagaimana yang telah disebutkan, dalam banyak ayat Al Quran Allah memerintahkan manusia untuk memperhatikan alam dan melihat "tanda-tanda" di dalamnya. Semua makhluk hidup dan tak hidup di alam semesta diliputi oleh tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka semua "diciptakan", bahwa mereka menunjukkan kekuasaan, ilmu, dan seni dari "Pencipta" mereka. Manusia bertanggung jawab untuk mengenali tanda-tanda ini dengan menggunakan akal budinya, untuk memuliakan Allah.
Walau semua makhluk hidup memiliki tanda-tanda ini, beberapa tanda dirujuk Allah secara khusus dalam Al Quran. Nyamuk adalah salah satunya.

Di surat Al Baqarah ayat 26, nyamuk disebutkan:
"Sesungguhnya, Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik."(Al
 Bagarah, ayat 26)
 
 






Nyamuk sering dianggap sebagai makhluk hidup yang biasa dan tidak penting. Namun, ternyata nyamuk itu sangat berarti untuk diteliti dan dipikirkan sebab di dalamnya terdapat tanda kebesaran Allah. Inilah sebabnya "Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu".

Seekor nyamuk jantan yang telah cukup dewasa untuk kawin akan menggunakan antenanya-organ pendengar-untuk menemukan nyamuk betina. Fungsi antena nyamuk jantan berbeda dengan antena nyamuk betina. Bulu tipis di ujung antenanya sangat peka terhadap suara yang dipancarkan nyamuk betina. Tepat di sebelah organ seksual nyamuk jantan, terdapat anggota tubuh yang membantunya mencengkeram nyamuk betina ketika mereka melakukan perkawinan di udara. Nyamuk jantan terbang berkelompok, sehingga terlihat seperti awan. Ketika seekor betina memasuki kelompok tersebut, nyamuk jantan yang berhasil mencengkeram nyamuk betina akan melakukan perkawinan dengannya selama penerbangan. Perkawinan tidak berlangsung lama dan nyamuk jantan akan kembali ke kelompoknya setelah perkawinan. Sejak saat itu, nyamuk betina memerlukan darah untuk perkembangan telurnya.

Perjalanan Luar Biasa Sang Nyamuk

Pada umumnya, nyamuk dikenal sebagai pengisap dan pemakan darah. Hal ini ternyata tidak terlalu tepat, karena yang mengisap darah hanya nyamuk betina. Selain itu, nyamuk betina tidak membutuhkan darah untuk makan. Baik nyamuk jantan maupun betina hidup dari nektar bunga.

Nyamuk betina mengisap darah hanya karena ia membutuhkan protein dalam darah untuk membantu telurnya berkembang. Dengan kata lain, nyamuk betina mengisap darah hanya untuk memelihara kelangsungan spesiesnya.

Proses perkembangan nyamuk merupakan salah satu aspek yang paling mengesankan dan mengagumkan. Berikut ini adalah kisah singkat tentang transformasi makhluk hidup dari seekor larva renik melalui beberapa tahap menjadi seekor nyamuk:

Telur nyamuk, yang berkembang dengan diberi makan darah, ditelurkan nyamuk betina di atas daun lembap atau kolam kering selama musim panas atau musim gugur. Sebelumnya, si induk memeriksa permukaan tanah secara menyeluruh dengan reseptor halus di bawah perutnya. Setelah menemukan tempat yang cocok, ia mulai bertelur. Telur-telur tersebut panjangnya kurang dari satu milimeter, tersusun dalam satu baris, secara berkelompok atau satu-satu. Beberapa spesies bertelur dalam bentuk tertentu, saling menempel sehingga menyerupai sampan. Sebagian kelompok telur ini bisa terdiri atas 300 telur.

Telur-telur berwarna putih yang disusun rapi ini segera menjadi gelap warnanya, lalu menghitam dalam beberapa jam. Warna hitam ini memberikan perlindungan bagi larva, agar takterlihat oleh burung atau serangga lain.

Selain telur, warna kulit sebagian larva juga berubah sesuai dengan lingkungan, sehingga mereka lebih terlindungi.
Larva berubah warna dengan memanfaatkan faktor-faktor tertentu melalui berbagai proses kimia rumit. Jelaslah, telur, larva, ataupun induk nyamuk tersebut tidak mengetahui proses-proses di balik perubahan warna dalam tahap perkembangan nyamuk. Tidak mungkin ia bisa membuat sistem ini. dengan kemampuan sendiri. Tidak mungkin pula sistem ini terbentuk secara kebetulan. Nyamuk telah diciptakan dengan sistem ini sejak mereka pertama kali muncul.

Menetasnya Telur
Seusai masa inkubasi, larva-larva mulai keluar dari telur secara hampir bersamaan. Larva, yang terus-menerus makan, tumbuh dengan cepat. Kulit mereka segera menjadi sempit, sehingga mereka tidak bisa tumbuh lebih besar lagi. Ini berarti sudah tiba saatnya untuk pergantian kulit yang pertama. Pada tahap ini, kulit yang keras dan rapuh ini mudah pecah. Larva nyamuk berganti kulit dua kali lagi sampai selesai berkembang.

Metode makan larva pun menakjubkan. Larva membuat pusaran kecil di dalam air, dengan menggunakan dua anggota badan yang berbulu dan mirip kipas angin. Pusaran ini membuat bakteri atau mikroorganisme lainnya mengalir ke mulutnya. Sambil bergantung terjungkir di dalam air, larva bernapas melalui pipa udara yang mirip "snorkel" yang digunakan para penyelam. Tubuhnya mengeluarkan cairan kental yang mencegah masuknya air ke lubang yang digunakannya untuk bernapas. Singkatnya, makhluk hidup ini dapat bertahan hidup melalui banyak keseimbangan rumit yang berhubungan timbal-balik dan saling mempengaruhi. Jika tidak memiliki pipa udara, ia tidak akan mampu bertahan hidup. Jika tidak ada cairan kental, pipa pernapasannya akan dipenuhi air. Pembentukan dua sistem ini pada dua waktu yang berbeda akan menyebabkan kematian pada tahap ini. Ini menunjukkan bahwa keseluruhan sistem nyamuk tersebut itu utuh sejak awal. Dengan kata lain, ia telah diciptakan.

Larva berganti kulit sekali lagi. Pergantian yang terakhir ini agak berbeda dengan sebelumnya. Pada tahap ini, larva memasuki tahap pendewasaan terakhir, yaitu tahap kepompong. Kepompong yang mereka tempati menjadi sangat sempit. Ini berarti sudah tiba saatnya bagi larva untuk keluar dari kepompong. Makhluk yang keluar dari kepompong ini sedemikian berbeda, sehingga sulit dipercaya bahwa kedua wujud ini adalah dua fase perkembangan dari satu makhluk yang sama. Sebagaimana yang terlihat, proses perubahan ini terlalu rumit dan sulit untuk dirancang baik oleh larva ataupun nyamuk betina….

Selama tahap terakhir perkembangan ini, larva menghadapi bahaya terputusnya pernapasan, sebab lubang pernapasannya yang mencapai permukaan air melalui pipa udara akan tertutup. Sejak tahap ini, pernapasan nyamuk tidak lagi menggunakan lubang ini, tetapi melalui dua pipa yang baru saja muncul pada bagian depan tubuhnya. Oleh karena itulah, pipa-pipa ini tersembul di permukaan air sebelum pergantian kulit. Nyamuk dalam kepompong ini sekarang telah dewasa. Ia siap terbang, lengkap dengan semua organ dan organelnya, seperti antena, tubuh, kaki, dada, sayap, perut, dan matanya yang besar.
Kepompong tersebut tersobek di bagian atas. Bahaya terbesar pada tahap ini adalah bocornya air ke dalam kepompong. Akan tetapi, bagian atas kepompong yang tersobek ini ditutupi suatu cairan kental khusus, yang berfungsi melindungi kepala nyamuk dari sentuhan air. Ini saat yang sangat penting. Karena ia dapat jatuh ke air dan mati akibat tiupan angin, nyamuk harus memanjat ke atas air dan hanya kakinya yang boleh menyentuh permukaan air. Ia berhasil.

Bagaimana nyamuk pertama kali mendapatkan "kemampuan" bertransformasi seperti ini? Mungkinkah sebuah larva "memutuskan" untuk berubah menjadi seekor nyamuk setelah berganti kulit tiga kali? Tentu tidak! Sangatlah jelas bahwa makhluk hidup mungil ini, yang dijadikan perumpamaan oleh Allah, telah diciptakan sedemikian secara khusus.

Sistem Pernapasan
Dalam sistem pernapasannya, larva mengisap udara dengan menggunakan pipa berongga yang didorong ke atas permukaan air. Sementara itu, larva menggantung terjungkir di bawah air. Suatu cairan kental mencegah masuknya air ke lubang yang digunakan larva untuk bernapas.
Gnats during their pupal stages = Nyamuk dalam tahap kepompong
Ketika nyamuk keluar dari air, kepalanya tidak boleh menyentuh air sama sekali. Jika tidak bernapas satu saat saja, napasnya akan terputus. Angin sepoi atau riak kecil pada permukaan air pun dapat berakibat fatal bagi nyamuk.

Bagaimana Nyamuk Mengindra Dunia Luar?

Nyamuk dilengkapi dengan penerima panas yang sangat peka. Mereka mengindra segala sesuatu di sekitar mereka.dalam berbagai warna menurut panasnya, sebagaimana terlihat pada gambar di sebelah kanan. Karena pengindraannya tidak bergantung pada cahaya, nyamuk sangat mudah menentukan letak pembuluh darah dalam ruangan yang gelap sekalipun. Penerima panas pada nyamuk cukup peka untuk mendeteksi perbedaan suhu hingga sekecil 1/1000 C.


Teknik Mengisap Darah Yang Menakjubkan
Teknik nyamuk untuk mengisap darah ini bergantung pada sistem kompleks yang mengatur kerja sama antara berbagai struktur yang sangat terperinci.

Setelah mendarat pada sasaran, mula-mula nyamuk mendeteksi sebuah titik dengan bibir pada belalainya. Sengat nyamuk yang mirip alat suntik ini dilindungi bungkus khusus yang membuka selama proses pengisapan darah.

Tidak seperti anggapan orang, nyamuk tidak menusuk kulit dengan cara menghunjamkan belalainya dengan tekanan. Di sini, tugas utama dilakukan oleh rahang atas yang setajam pisau dan rahang bawah yang memiliki gigi yang membengkok ke belakang. Nyamuk menggerakkan rahang bawah maju-mundur seperti gergaji dan mengiris kulit dengan bantuan rahang atas. Ketika sengat diselipkan melalui irisan pada kulit ini dan mencapai pembuluh darah, proses pengeboran berakhir. Sekarang waktunya nyamuk mengisap darah.

Namun, sebagaimana kita ketahui, luka seringan apa pun pada pembuluh darah akan menyebabkan tubuh manusia mengeluarkan enzim yang membekukan darah dan menghentikan kebocoran. Enzim ini tentunya menjadi masalah bagi nyamuk, sebab tubuh manusia juga akan segera bereaksi membekukan darah pada lubang yang dibuat nyamuk dan menutup luka tersebut. Artinya, nyamuk tidak akan bisa mengisap darah lagi.

Akan tetapi, masalah ini dapat diatasi. Sebelum mulai mengisap darah, ia menyuntikkan cairan khusus dari tubuhnya ke dalam irisan yang telah terbuka. Cairan ini menetralkan enzim pembeku darah. Maka, nyamuk dapat mengisap darah yang ia butuhkan tanpa terjadi pembekuan darah. Rasa gatal dan bengkak pada titik yang digigit nyamuk diakibatkan oleh cairan pencegah pembekuan darah ini.
Ini tentulah sebuah proses yang luar biasa dan memunculkan pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Bagaimana nyamuk tahu dalam tubuh manusia ada enzim pembeku?
2. Untuk memproduksi cairan penetral enzim tersebut, nyamuk perlu mengetahui struktur kimianya. Bagaimana ini bisa terjadi?
3. Andaipun entah bagaimana nyamuk mendapatkan pengetahuan itu (!), bagaimana ia memproduksi cairan tersebut dalam tubuhnya sendiri dan membuat "rantai teknis" yang dibutuhkan untuk mentransfer cairan tersebut ke belalainya?Jawaban semua pertanyaan ini telah jelas: tidak mungkin nyamuk bisa melakukan semua hal di atas. Ia tidak pula memiliki akal, ilmu kimia, ataupun lingkungan "laboratorium" yang diperlukan untuk memproduksi cairan tersebut. Yang kita bicarakan adalah seekor nyamuk yang hanya beberapa milimeter panjangnya, tanpa akal ataupun kecerdasan, itu saja!

Jelaslah bahwa Allah, Tuhan dari langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, telah menciptakan nyamuk dan manusia, dan memberikan kemampuan-kemampuan luar biasa dan menakjubkan tersebut kepada nyamuk.
"Segala sesuatu yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahabesar, Maha Bijaksana. Kekuasaan dari langit dan bumi adalah miliknya. Ia memberikan hidup dan menjadikan mati. Ia memiliki kekuasaan atas segala sesuatu." (QS. Al Hadid: 1-2)

Selasa, 29 Maret 2011

nilai dan ruang seekor lintah

Beberapa waktu lalu simbah menjalani rutinitas terapi awet muda di taman. Nongkrong sambil makan 'odeng', jagung godog , ubi bakar atau sate ayam plus nyruput minuman sari buah tak lupa cengengesan tiap ada gadis midul-midul lewat. Baca notes simbah 'simbah jg manusia'.
Suatu kali simbah berjumpa dg seorang ahli terapi kesehatan tradisonal, semacam tabib. Setelah ngobrol ngalor ngidul dr pantai sampai rel sepur tabib itu bertanya tentang lintah asal Indonesia. Lintah daerah tropis terkenal gemuk-gemuk dan lahap menghisap darah...wuihh nyindir kie. Ternyata dia jg ahli terapi hirudo atau terapi lintah. Menggunakan lintah hidup utk menyedot darah kotor pasien. Termasuk obat herbal berbahan lintah..nggilani tenan.

Di Eropa dan Amrik sono konon kabarnya lintah jg dipakai untuk rekayasa operasi plastik selain hirudo terapi tadi. Harganya pun selangit, Bahkan setelah simbah nanya langsung sama Mbah Google ternyata di Indonesia ada peternak lintah yg meraup untung ratusan juta rupiah dari lintah

Padahal ditempat dan sisi lain lintah bagi sebagian orang tak ada harganya sama sekali, nggilani, geli dan ditakuti..Kalau ketemu lintah pasti ujung-ujungnya  'dipithes' dibuang atau dibunuh hidup-hidup..(loh piye to iki bahasane)? Apalah arti lintah bagi kita yang nggak tahu kegunaannya. Beda komunitas ternyata berbeda dalam menilai harganya.

Soal beda ruang beda harga ini jg dialami teman simbah yg bekerja di Korea. Dulu teman simbah ini seorang pengusaha yg lumayan sukses. Dihormati orang-orang dan relasi, bawahan dan karyawan 'munduk-munduk' bahkan biasa memarahi karyawan seenak udele. Tapi itu dulu sebelum bangkrut dan utangnya numpuk segede genthong. Untuk membayar utang, teman simbah nekad kerja di Korea.

Di Korea keadaan berbalik bahkan dia gak nyangka kalau akan mengalami nasib dikuyo-kuyo, tiap hari dimaki bahkan tak dipanggil dg namanya. Perlakuan yg merendahkan martabat ini diterima di Korea sementara di Indonesia orang-orang membungkuk-bungkuk padanya. Beda ruang beda nilai.

Simbah jg pernah ngajak salah seorang teman yang terkenal cabul. Mulutnya trocoh, dijuluki penjahat kelamin. Yang keluar dari mulutnya kalo ngobrol tak jauh dari urusan kelamin. Dia adalah boss, disegani dan ditunggu pisuhannya di kalangan perusuh. Saat berhasil simbah ajak ikut taklim, dia bilang malu dan minder duduk di majelis taklim, gak banyak omong dan persis pecundang. Padahal sebenarnya gak ada yang ngolok-olok dia.

Memang tak bisa dipungkiri, bahwa satu ruang lingkup, seringkali memiliki sistem nilai tersendiri. Di kalangan ibu-ibu arisan, profil ibu rumah tangga yang sukses adalah yang pinter ngrumpi, gelangnya sak renteng, cincinnya ngungkuli Tessy, trus fasih bercerita tentang anak-anaknya yang semuanya sudah jadi orang (yang mungkin sebelumnya masih munyuk).

Di kalangan Pengusaha, belum dianggap jos bin hebat kalo seorang pengusaha belum bisa main golep bareng pejabat. Di kalangan bikers, belum dianggep bikers sejati kalo belum naik moge yang seharga korupsi gaji 100 PNS selama setahun.  Di kalangan playbaoy, belum dianggep playboy sejati kalo belum bisa meniduri JUPE  (halah, opo meneh iki… ngasal).
Itulah ruang, dan itulah nilai. Ruang mengusung satu nilai yang diakui oleh penghuni ruang.

Kita semua ada di ruang yang disebut dunia. Nantinya akan masuk ruang lain,… orang menyebutnya Barzakh jg akhirat.  Tidakkah kita berpikir, di ruang itu apa yang dianggap bernilai oleh si empunya ruang?? Apakah duit? Atau rupamu yg cakep? Atau titel? Atau rumah mewah, kalung emas beserta cincinnya, moge Herli Dapitson, tatoo gambar bunga di pantat? Atau yang lainnya?

Bisakah kita di ruang itu membanggakan diri bahwa kita adalah penghujat nasehat ulama, pernah tidur sama Marlyn Monroe, pernah jadi seleb, pernah lulus dari unipersitas Kambrit, pernah anu dan anu, pernah ini itu….?? Atau bangga akan kesalehan dan ilmu agama yg sundul langit, yg barangkali justru malah gak berharga di mata Allah justru krn membanggakan kesalehannya??

Bagaimana bila di tempat itu kita tak lebih berharga dibanding lintah di mata kita. Karena tak punya nilai, kebanyakan menhgisap darah dosa lalu kita 'dipithes', dipulosoro, diinjek dibakar sampai gosong sama yg punya ruang barzah. Atau sampean mo lari dr alam kubur?? No Way...kita tak punya pilihan selain pasrah pada Sang Pemberi Nilai !! MAMPUS DAH..!!

Senin, 21 Maret 2011

Lebih mulia dubur atau lisanmu?

Semalam saya mendapat kecelakaan kecil, jempol tangan kiriku kena palu.  Ketika hendak melepas cetakan molding, cetakan itu susah sekali lepas hingga terpaksa harus dipukul keras-keras. Mungkin karena ngantuk, palu meleset dari sasaran dan mengenai jempol dengan kekuatan penuh pula. Spontan teriakan keras mengaduh keluar dari mulut disertai rentetetan makian sepuluh bahasa sekaligus.

Setelah beberapa saat rasa sakit berangsur memudar, Alhamdulillah.... Giliran pikiran yang kembali mengulang peristiwa celaka itu terjadi. "Astaghfirullahal'adzim," Aku teringat betapa banyak makian keluar berhamburan begitu saja ketika itu.

Saya tersenyum ketika teringat dongeng Simbok saat saya masih belia, tentang 'Pak Kyai dan suara kentut'. Kisah itu begitu membekas tapi sering terlalaikan.

Alkisah di sebuah surau Kyai sedang memberi petuahnya. Warga dan para santri berbaur mendengarkan ceramah beliau. Surau penuh sesak meluber sampai serambi, hingga bila ada salah seorang yang duduk di tengah atau di depan kebelet kentut harus ditahan semampunya.

Seorang jama'ah, Abdul, tiba-tiba merasa harus buang kentut di tengah ceramah Pak Kyai yang sedang seru-serunya. Apesnya dia duduk di kerumunan terdepan tepat di hadapan Pak Kyai. Beberapa menit dia mampu menahan kentutnya namun hari itu Abdul memang sial, angin di perutnya tanpa bisa ditahan nyelonong keluar melewati sela-sela dubur dengan suara bak terompet perang.

Merah padam mukanya menahan malu, malu pada Pak Kyai. Anggota jama'ah lain sesaat memandanginya dan tanpa dikomando tertawa terpingkal-pingkal membuat seisi surau itu riuh rendah oleh gelak tawa jama'ah pengajian Pak Kyai. Namun anehnya Pak Kyai tak menunjukkan reaksi apapun, bahkan raut mukanyapun biasa saja. Seorang jama'ah yang heran memberitahu Pak Kyai bahwa Abdul baru saja kentut dengan suara menggeledek mengagetkan seluruh jama'ah.

Namun Pak Kyai tetap berbicara tanpa terganggu oleh gelak tawa jama'ahnya. Mengira Pak Kyai tak mendengar santri lain mengulangi pemberitahuan pada Pak Kyai mengapa mereka tertawa. Pak Kyai diam lalu bertanya," Mengapa kalian terlihat tertawa?"
"Abdul kentut Pak..!" Seseorang menjawab.
"Tolong jawab mengapa kalian tertawa?" Pak Kyai bertanya lagi.
"Abdul kentutnya keras banget hingga seakan-akan surau kita ini mau roboh, Pak Kyai.!"
"Ada apa sih ini kok pada ketawa, ya sudahlah kalau tak ada yang menjawab kita lanjutkan kajian kita," kata Pak Kyai seolah tak mendengar jawaban santrinya.

Para jama'ah dan santri saling berbisik," Rupanya Pak Kyai tiba-tiba tuli."
Abdul tersenyum cerah," Itu berarti beliau tak mendengar suara kentutku donk.."

Padahal, kata Simbok, Pak Kyai itu hanya pura-pura tuli untuk menjaga perasaan Abdul, agar tidak merasa malu dan dipermalukan. Abdul sudah berusaha keras menahan dubur agar tidak bersuara namun rupanya kawan-kawannya di surau itu tak mampu menahan lisannya untuk mempermalukan Abdul di depan Pak Kyai.

"Betapa kelak saat kau dewasa akan mengerti bahwa menahan dubur agar tidak mengeluarkan najis lebih mudah daripada menahan lisan mengeluarkan kata kotor dan najis," Malam itu Simbok mengakhiri dongengnya setelah mengecup keningku.

Kini saya menyadari bahwa saya tak mampu memuliakan lisan ketimbang dubur. Barangkali, saya mampu menahan kentut agar tidak mendapat malu namun sudah berulangkali saya tak mampu menahan mulut bicara kotor, menyakiti hati orang, mencela orang, menggunjing, memfitnah, berdusta yang justru sebenarnya akan sangat mempermalukan diri saya sendiri.

Terima kasih Simbok atas pelajaran berharga yang kau berikan lewat dongeng indahmu. Salam cinta penuh hormat dan iringan do'a agar Simbok selalu sehat dan meneruskan dongeng yang tiada habis-habisnya.

bimomukti the snowman.seoul.

Jumat, 24 September 2010

Mr Lee, Islam tak pernah melarang anda menyebut nama Alloh

Laki-laki muda yang duduk di seberang sana itu sejak naik kereta di stasiun Cheonan terus mengamatiku. Merasa jengah saya sandarkan punggung dan menutup mata, tidur. Beberapa menit kemudian hp-ku bergetar,kuangkat hp dan dari seberang sana terdengar suara dg cengkok logat melayu menyapaku,"Hay benar benar kamu Bambang rupanya,apa kabarnya?" Belum sempat kujawab dia sudah melanjutkan," hey, saya Lee Young Taek, coba kau tengok aku duduk di seberang kamu!"

Kusapu pandangan ke seberang tempat dudukku, oops..rupanya laki-laki yang sedari tadi memperhatikanku melambaikan tangan dan menyuruhku pindah tempat duduk di sebelahnya yg kebetulan kosong. Beringsut aku mendekati laki laki itu ,setelah setengah membungkuk mengucap salam aku duduk di sebelahnya.
"Rupanya kamu lupa yach sama saya..kita pernah bertemu di sebuah gereja di Seoul pada bulan Desember hampir lima tahun yang lalu, dan saya tak akan melupakan itu. Karena diantara teman-teman kalian hanya kamu yang nyambung dan paham dengan theologi Kristen sekaligus mengerti sisi cara pandang orang Islam tentang Yesus." dia mulai membuka percakapan.

Terkaget-kaget,salut dan malu, bagaimana dia masih mengingat wajahku sedangkan aku sama sekali lupa?. Setelah berbasa-basi sekaligus minta maaf karena telah lupa dengannya aku mulai mengingat siapa laki-laki ini. Dia dulu adalah mahasiswa theologia di Seoul namun sejak kecil tinggal di Malaysia ikut ortunya yang bekerja di perusahaan migas di sana. Sehingga bahasa melayunya lebih lancar dibanding bila berbicara dengan bahasa Korea. Kami bertemu di sebuah gereja saat saya diajak seorang pendeta korea mr Goh ke sana saat musim dingin bersama teman-teman Indonesia lainnya.

Waktu itu kita sempat ngobrol-ngobrol tentang sedikit theologi Islam dan Kristen. Saat asyik-asyiknya ngobrol kami, rombongan mr Goh, berpamitan, sehingga dia buru2 minta no hp dan mencatat namaku. Kini dia sudah menjadi pendeta dan bertugas di sebuah gereja di Malaysia.

"Kamu masih ingat khan beberapa waktu yang lalu pemerintah Malaysia melarang kami kaum Nasrani menggunkan kata Allah untuk menyebut Tuhan?" tanyanya tiba-tiba. aku mengangguk dan dia melanjutkan pertanyaannya,"Bagaimana dengan Indonesia kalian juga dilarangkah ?"

Ach rupanya dia mengira saya seorang Nasrani..aku tersenyum dan meluruskan bahwa saya seorang muslim, dia kaget lalu tertawa sembari minta maaf karena salah mengerti. Saya jawab bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah melarang siapapun menyebut nama Alloh karena sebagian besar ulama kami adalah ulama yang sangat memahami Islam dengan benar. Justru ulama Malaysia banyak yang belajar pada ulama Indonesia, mungkin karena belum komplit menimba ilmu sehingga banyak berpaham yang berbeda dengan gurunya.

"Tentang penyebutan Alloh oleh non muslim kenapa tidak dilarang karena Islam sendiri tidak melarang,sejauh sepengetahuan saya.Kenapa demikian? Karena jika hanya sebatas mempercayai bahwa Alloh itu ada; Alloh itu Sang Pencipta; Alloh itu Dzat yang mengatur alam semesta ini (termasuk di dalamnya: langit, bumi, semua planet, malaikat, manusia, jin, hewan, tumbuhan, dan sebagainya); Alloh itu Dzat yang memberi penyakit sekaligus yang menyembuhkannya, orang-orang kafirpun banyak yang percaya. Pendek kata, dalam soal rubuubiyyatullooh (tauhid rububiyyah), banyak orang kafir yang mengakui/mengimani," saya coba menjelaskan.

Dia mengangguk-angguk,"kira kira ada tidak sejarah jaman Muhammad dulu,dimana orang non muslim menyebut nama Alloh?" Saya mencoba mengingat ingat dan kemudian mencoba mendongeng persis seperti saat saya mendongeng di depan anak pengajian di mushola kampung halaman dulu.

Tentang penyebutan kata “Alloohumma” (Ya Alloh) oleh orang non muslim antara lain bisa kita dapati dalam do‘a Abu Jahal. Yang mana menjelang meletusnya perang Badar Kubra, Abu Jahal berdo’a kepada Alloh begini: “Alloohumma ayyunaa kaana aqtho‘a lir rohimi wa aataanaa bimaa lam na‘rif faftah lahul ghodaata (Ya Alloh, siapa di antara kami (kelompokku atau kelompok Muhammad .) yang lebih memutuskan silaturrahim dan telah mendatangkan agama yang tidak kami kenal, maka timpakanlah kekalahan kepada mereka pagi ini).

Kemudian tentang penyebutan kata “Bismikalloohumma” (Dengan menyebut asma-Mu, ya Alloh) oleh orang kafir antara lain bisa kita dapati dalam penulisan penjanjian Hudaibiyah. Yang mana, ketika Nabi Muhammad saw. memerintahkan shahabat ‘Ali bin Abi Thalib untuk menuliskan kalimat “Bismillaahir rohmaanir rohiim”, Suhail Bin ‘Amr (wakil pihak kuffar Quraisy) berkata: “Aku tidak mengerti kalimat ini, melainkan tulislah: Bismikalloohumma.” (Baca: Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad saw. Nah, ini menunjukkan bahwa mereka sudah terbiasa mengucapkan kata-kata “Bismikalloohumma”.

"Lalu mengapa ulama Indonesia dan Malaysia berbeda pendapat?" dia bertanya sambil bersungut-sungut. Aku mengangkat bahu dan menggeleng. "Sebaiknya kau belajar di Indonesia dan banyak bertanya pada ulama kami..."kataku.

Bahkan Iblis saja mengakui bahwa dirinya diciptakan oleh Alloh. Iblis berkata sebagaimana disitir dalam Al Qur'an: “... Engkau (Alloh) ciptakan aku (Iblis) dari api sedang dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah.
Yang tidak mengakui adanya Alloh hanyalah orang atheis. Sebab iblis mengakui bahwa dirinya diciptakan oleh Allah; sementara orang atheis, mengakui adanya Alloh saja tidak!

Selain itu, toh Nabi saw. dulu juga tidak melarang orang-orang kafir dan munafiq untuk mengucapkan kata-kata “Demi Alloh”, “Alloohumma”, “Bismikalloohumma”, dan yang semisalnya. Nah, jika Nabi saw. saja tidak mempermasalahkan, kenapa kita musti mempermasalahkanya?

Hal lain yang perlu anda cermati adalah, bahwa meskipun bahasa Arab itu memang merupakan bahasa Al-Qur’an, bahasa Sunnah Nabi, namun harus kita akui bahwa tidak semua yang berbau arab itu pasti Islami. Abu Jahal, Abu Lahab, dan kawan-kawannya itu dari bangun tidur hingga tidur kembali bahasa yang diucapkannya adalah bahasa arab.
Bahkan nama-nama orang munafiq dan kafir di zaman Nabi juga ada yang menggunakan kata-kata yang secara sepintas terkesan “islami”. Seperti ‘Abdulloh bin Ubay, namanya pakai kata ‘Abdulloh, padahal dia itu seorang pentolan kaum munafiqin Madinah. Ada lagi ‘Abdulloh bin Abi Umayyah, namanya juga pakai kata ‘Abdulloh, padahal dia itu salah seorang gembong kafir Makkah, cs Abu Jahal. Dan sebagainya, dan sebagainya.

"So, anda sangat saya anjurkan membuka diri untuk mempelajari Islam dari para ulama kami, Indonesia Mr Lee Young Taek. Dan perlu anda ketahui bahwa gembong teroris yang meneror rakyat Indonesia adalah jebolan dari ulama Malaysia, bukan Ulama Indonesia. mereka adalah orang Malaysia!" kataku setengah berteriak.

Tak terasa kereta sudah sampai di Stasiun Guro dan saya harus turun dan berpisah dengannya. Sampai ketemu lagi sobat lain kali aku akan mengingatmu tak akan melupakan lagi wajahmu dan semoga kita bisa bertemu di Indonesia.

BIMOMUKTI THE SNOW MAN, SEOUL at chuseok holiday.













m

Minggu, 12 September 2010

Lebaran dalam kenangan.



Sudah tradisi, setiap lebaran, orang-orang terutama kaum muslimin berusaha untuk saling mengunjungi, melakukan silaturahmi. Saling meminta maaf dan saling halal-menghalalkan. Bahkan dari tempat-tempat jauh orang datang untuk keperluan ini. Tradisi mudik yang begitu luar biasa itu begitu indah seingatku, karena bertahun saya melewatkan lebaran bersama 'sanak kadang' di kampung.

Di dusun saya yang mungil,khususnya dalam keluarga besar kami mereka yang berbeda agama, berbeda organisasi, berbeda partai, sampai yang berbeda hari raya, bertemu dalam majlis lebaran yang penuh rahmat-persaudaraan. Luar biasa...Lebaran bagi trah keluarga besar kami bukanlah sekedar milik umat Islam tapi sudah menjadi milik bangsa, milik bersama, milik keluarga

Tak ada yang menyangkal bila dalam trah kami memiliki anggota keluarga pemeluk Nasrani yang taat dari sekedar aktivis gereja, pengurus gereja bahkan pendeta. Namun setiap lebaran Pak Lik dan Bu Lik meski memiliki ketaatan terhadap agamanya yang nyaris sempurna, selalu membukakan pintunya buat ponakan dan cucunya untuk datang bersilaturahmi lebaran. Tak lupa segala hidangan lebaran pasti tersuguh di meja.

Saya masih ingat ketika (alm)Pak Lik Parlan,yang juga pengurus GKJ selalu menunggu-nunggu kedatanganku tiap lebaran tiba.
"Pokoknya bila lebaran ini kamu tak datang dan sungkem padaku niscaya segera aku tutup rumahku ini untukmu, selamanya!",ujarnya suatu ketika.
Rupanya beliau selalu menungguku untuk datang dan merayakan lebaran di rumahnya. Maka ketika saya datang untaian nasehat dan pitutur indah akan meluncur dari mulutnya,dan itu yang selalu saya tunggu.

Tentu saya akan selalu ingat nasehat beliau untuk tetap menjalin silaturahmi meski kelak orang tua kami satu persatu wafat,
"Kami para orang tua bersaudara termasuk bapakmu mungkin memiliki sedikit konflik pribadi tapi saya tak kan pernah mewariskan konflik antar orang tua pada kalian."
Maka di sepanjang tahun kesibukan masing-masing,lebaran adalah kunci penentu masih hidupnya tali silaturahmi diantara keluarga besar kami. Minimal setahun sekali saling berkunjung.

Salah seorang Pak Lik yang lain,juga pengurus gereja dan kepala sekolah yayasan Kristen, Pak Lik Supadiyono(alm) bahkan selalu membawa anak, menantu dan cucunya untuk silaturahmi ke rumah orang tua kami saat lebaran. "Wajib hukumnya!", katanya sambil terkekeh. Alhasil hingga kinipun meski beliau sudah wafat anak-anaknya yang di Jogja meskipun seorang pendeta Kristen Protestan selalu hadir nomer wahid di rumah dan sungkem pada Simbok, Bu Dhe-nya.

Keindahan itulah yang selalu membayang bayang tiap lebaran tiba, kangen, dan ingin segera berhambur membalas silaturahmi mereka. Saya yakin sampai kapanpun di rumah mereka tiap lebaran pasti akan terhidang camilan lebaran dan suguhan minuman yang menyegarkan.

Saya hanya berharap tradisi lebaran ini akan tetap menjadi milik bangsa sebagaimana peci dan sarung yang bukan lagi milik umat islam, tapi bangsa Indonesia. Barangkali kami bisa menular-ratakan kondisi dan suasana keakraban dan toleransi itu ke wilayah yang lebih luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan cara mengawetkan cinta kasih dan semangat silaturahmi model Pak Lik kami, minimal pada keturunan kami kelak.

Mohon maaf lahir batin, minal aidin wal faidzin .

bimomukti the snowman,

Sabtu, 21 Agustus 2010

Sahabatku Yang Bercelana 'Congklang'


Tiba tiba di ujung sebuah outlet pakaian merek terkenal saya melihat sekelebat sosok yang seperti saya kenal. Tapi penampilan sosok ini berbeda dengan tampilannya beberapa tahun yang lalu. Saya amati benar sosok ini.. dan ternyata benar dia Saiful teman lama yang dulu sering dipanggil Mas Kemprut. Wow..surprise, dia yang dulu hobi keluyuran hobinya mabok, tiap malam minggu hampir pasti melawatkan malam bersama 'lonte' di sekitar Seoul,dari dia saya dapat banyak cerita tentang geliat bisnis 'lendir' di kota ini.

Yang saya lihat kini adalah antara percaya dan tak percaya, teman disampingku berbisik, "Lihat Kemprut sekarang punya model tampilan baru, Beng..teroris!" Saya tersenyum geli, kini temanku itu berjenggot, rambutnya yang dulu jabrik disemir kayak bule gosong habis kena ranjau, kini dipotong rapi, berbaju hem lengan panjang dan...waw...celana 'congklang'!! Celana yang sengaja dipotong hingga atas mata kaki mengingatkan saya pada teman teman ngaji di Imdonesia dulu. "Model itu bukan teroris Ndul, tapi model muslim yang 'nyunnah..",sergahku .

Segera kuhampiri dan kuucapkan salam sambil menahan geli,dia agak kaget memandangku sejenak lalu memelukku dan menjawab salamku.
Dia terlihat serius man..so, saya juga mesti mengubah sikap berusaha untuk tidak 'celelekan'.xixixixi..

Setelah tanya ini itu dan bercerita panjang lebar kini saya benar benar mengerti sahabat lamaku telah berubah total!! Dia kini menjalani hidup untuk bertaubat dan berusaha menjadi muslim yang baik,meninggalkan kebiasaan buruk yang dilarang agama. Hanya satu yang belum hilang, belanja fashion bermerk. Benar, dari sepatu sampai baju yang dikenakan semua bermerk..hhmmmm. Alhamdulillah..Engkaulah yang memberi hidayah pada siapaun yang Engkau kehendaki.

"Lalu kenapa kau potong jeans Levi's mu itu hingga terlihat congklang?"
"Nyunnah,ngikuti sunnah nabi",jawabnya singkat.

Saya mengangguk angguk,"Bagus lah..tapi tahukah kamu mengapa nabi menyuruh orang untuk tidak memanjangkan pakaina hingga mata kaki?"
"Karena orang yang memanjangkan pakaiannya adalah sikap orang yang sombong."Ia menjelaskan.
"Lalu sejujurnya, kalau kau lihat orang2 yang memanjangkan kainnya seperti saya ini adalah sombong?"tanyaku lagi.
Dia diam,lalu menggeleng dan berkata," Tergantung!" Ia diam lagi tanpa bisa melanjutkan jawabannya.

Jaman nabi dulu ada budaya setempat bila memanjangkan kainnya menunjukkan bahwa dia adalah orang yang kaya maka orang orang berlomba menunjukkan kekayaan dan gengsinya dengan baju yang dipanjangkan melebihi mata kaki. Dulu belum ada merek terkenal bro..tak ada Levi's, Converse, Gucci.Guess,Nike,Adidas,Exr,Fila ,Kappa, Polo dll. Juga tak ada cara lain untuk menyombongkan diri selain itu,kain yang dipanjangkan melebihi mata kaki.

Nah sekarang orang menyombongkan diri dengan memakai baju bermerk,tak peduli kualitasnya sama dengan merk yang tak terkenal tapi harganya selisih banyak. Motor atau mobil yang keren tanpa peduli manfaatnya. Memilih makan minum di restoran terkenal dg harga mahal tak peduli ada restoran murah cocok di lidah tapi tak punya merk. HP mahal, meski tak sungguh mengerti manfaat fitur yang ada,asal terlihat gaul dan trendy

So, intinya perintah untuk memanjangkan kain hingga mata kaki adalah persolan budaya arab kala itu, yang terpenting adalah penanaman sikap rendah hati dan tidak menyombongkan diri dengan cara apapun yang menunjukkan kita lebih hebat dan lebih mampu dari orang lain.

Saiful tersenyum mendengar penjelasanku," Kau benar ,penjelasan ini yang kutunggu darimu, dulu aku sering uring2an bila kau sedang ngoceh kayak gini,kini kita lanjutkan ocehanmu di warung itu," da menggamit lenganku dan meninggalkan jejeran outlet merk terkenal itu,merangkulku dengan hangat.

"Eh..kau boleh beli baju baju itu kok asal bukan karena beli gengsi atau merknya tapi modelnya memang bagus!". Dia tertawa..

Rasulullah pernah mewanti-wanti agar penampilan beliau secara fisik tidak usah dilukiskan. Hanya perilaku beliau saja yang boleh disebarluaskan.Tapi toh dengan wanti-wanti itu pun tetap saja (sebagian) umatnya meniru beliau secara fisik. Janggut yang dipanjangkan, penutup kepala yang selalu menemani, serta celana yang kecongklangan. Betul-betul mislokasi. Bukan itu. Bukan bentuk badan beliau, bukan penampilan beliau, bukan pula gaya berpakaian beliau. Tirulah akhlaknya, santunnya, arif dan bijaksananya, juga senyumnya yang hangat dan menyejukkan hati. Itulah yang diharapkan oleh Rasul sebetulnya.

Hmmm..sobat semoga kau istiqomah dan tetap seperti itu ,menjadi muslim yang sejati..moga aku bisa mengikuti jejakmu..amin

bimomukti the snowman

Kamis, 05 Agustus 2010

Aku, Biksu Dan Gajah

Seorang teman yang menghabiskan masa mudanya dengan belajar teologi menjelaskan apa yang sudah ia dapatkan selama belajar dalam satu kalimat yang ringkas sekaligus metaforik: belajar teologi adalah mengejar yang tak terkejar, mencari yang tak pernah sepenuhnya diketahui, dan menyingkap apa yang sebenarnya tak tersingkap.

Tapi hari itu saat liburan musim panas tiba,berkunjung ke kuil Budhist adalah hal yang paling kutunggu untuk sekedar memuaskan rasa ingin tahuku tentang kebijaksanaan Budha dan sedikit teologinya langsung dari para biksu. Guru Lee byong hwei sudah mempersiapkan segalanya untuk perjalanan esok pagi. Dan liburan musim panas kali ini adalah liburan paling eksotis dan sangat berkesan, berguru pada para biksu.

Di sana, di kuil Naksansa saya saya terhipnotis untuk melihat dari dekat aktivitas peribadatan para biksu. Dari siang, sore, malam, hanya menjelang subuh saja yang terlewatkan karena badan tak kuat menahan kantuk lelah. Capek, padahal saya hanya jeprat jepret memphoto aktivitas ibadah mereka. Tak heran bila teman China yang atheis tapi iseng ikut beribadah sekembali ke pondokan 'misuh misuh' karena dengkulnya lecet setelah bolak balik sujud di depan patung Budha ratusan kali.

Tentu banyak hal yang didapat di sela sela ibadahnya, biksu Kang Sin Song sempat menyampaikan pengajarannya pada kami. Saat duduk duduk di taman, dinner dll. Mengagumkan ! Simaklah pendapatnya tentang Tuhan pada saya yang muslim .

Mendeskripsikan Tuhan, kata biksu Kang, bagi semua umat beragama adalah seperti cerita tentang gajah dan orang orang buta yang belum pernah melihat gajah tapi bicara tentang gajah berdasar pada bagian tubuh gajah yg dipegangnya.

Si buta A yang sedang memegang kepala gajah bilang,gajah adalah makhluk serupa batu gunung.
Si buta B yang memegang perut gajah bilang bahwa gajah adalah makhluk yang mirip bedug.
Si buta C yang memegang belalai bilang bahwa gajah adalah makhluk yang mirip ular.
Si buta D yang memegang kakinya bilang bahwa gajah adalah makhluk sejenis batang pohon.

"Kita adalah orang buta yang sedang bicara Tuhan",lanjutnya. Orang Budha mungkin sedang memegang kaki gajah, orang Hindu sedang memegang kepalanya, Kristen sedang bicara tentang kaki gajah.
"Dan kau seorang Muslim seharusnya mengira telah bicara gajah dari ujung buntut sampai belalainya," katanya terkekeh sambil menepuk pundakku.

"Setiap orang harus meyakini apa yang diyakini benar dan tidak menganggap semua agama benar,pasti hanya satu yang benar atau mungkin semua salah,"lanjutnya.

"Orang yang menyamakan semua agama dan menganggap semua orang menyembah Tuhan yang sama adalah orang yang ambivalen,munafik dan jangan jangan punya kepribadian ganda,split personality!". Benar, kita memang menyembah tuhan yang berbeda tapi semua makhluk di dunia hanya punya satu Tuhan.

"Hanya saja meskipun anda meyakini bahwa teologi anda paling benar, anda juga harus menghormati keyakinan teologi orang lain". Beliau juga mengucapkan rasa salutnya pada kami yang mau mendengar ajaran Budha meski kami adalah seorang muslim.

Sambil berjalan biksu Kang bertanya,"Lalu siapa yang paling beruntung antara kamu dan saya kini setelah anda berkunjung ke kuil kami ?" Saya menggeleng, beliau berhenti dan merangkul pundakku dengan tangan kanannya, lalu menjawabnya sendiri," Anda yang paling beruntung karena anda telah belajar tentang kristen, lalu islam dan kini anda banyak bertanya tentang budha."

Ach , saya jadi malu dan tak enak hati. "Tidak,tidak biksu saya tak ada apa apanya dibanding anda." Ingin saya segera melarikan diri dan bersembunyi karena malu dengan beliau.

Beliau berharap agar saya diberi ketetapan iman Islam dan menjadi muslim yang taat, meyakini gajah dengan benar. Tidak menyamakan semua agama,karena tiap agama memilih jalan yang berbeda pula.
Tidak menyamakan keyakinan teologi semua agama adalah sama karena masing masing memiliki deskripsi dan keyakinan tentang Tuhan yang berbeda sebagaimana orang buta yang memiliki keyakinan yang berbeda tentang gajah.

Konsep atau rumusan tentang Tuhan bukanlah Tuhan itu sendiri. Bahkan walau pun seorang teolog atau sufi pernah melihat wujud Tuhan sekali pun, ia tak akan pernah bisa membahasakannya. Ini bukan semata karena Tuhan adalah ujud yang tak-ter-bahasa-kan, tapi lebih karena bahasa sendiri tak pernah memadai, bahkan untuk membahasakan sebiji pulpen sekali pun.

Beliau bercerita pada akhir perjalanan kami,Alkisah, seorang master (ajaran) zen yang dianggap luar biasa sampai-sampai dijuluki Bodhisatva, namanya Shanhui, diminta memberikan ceramah oleh seorang kaisar dari Dinasti Wu. Ia lantas naik ke mimbar, lalu memukul meja, setelah itu pergi. Hanya begitu saja. Kaisar kebingungan. Disebut-sebut, Shanhui lantas bicara: “Tidakkah Paduka memahami jika saya telah selesai berbicara?”.

Setidaknya saya, setelah kunjungan ke kuil itu makin menambah keyakinan Islam seperti nasehat biksu Kang. Ya, sudah semestinya setiap umat beragama memiliki fanatisme terhadap apa yang diyakini tapi wajib menghormati umat lain yang berbeda keyakinan. LAKUM DINUKUM WALIYADIN,Jalan anda adalah jalan anda sedangkan jalanku adalah yang saya yakini benar .Saya tak menyembah apa yang anda sembah dan anda tak menyembah apa yang kami sembah,kita berbeda tapi dengan segela kerendahan hati saya tundukkan kepala penuh hormat pada anda ,biksu Kang! Terimakasih banyak atas keharmonisan yang anda ajarkan pada kami.

BIMOMUKTI THE SNOWMAN,SEOUL.

Jumat, 11 Juni 2010

Atlantis, apakah benua yang dikutuk Tuhan itu ada di Indonesia?

Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari yang Kuasa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu.

Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga.


Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah menjadi ambisius. Yang kuasa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.

Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa setempat. Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat.

Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan Cro-Magnon.
Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung Malaysia dan benua Asia.

Pencarian dilakukan di Samudera Atlantik, Laut Tengah, Karibia, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng semata. Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah. Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya..

Menurut Profesor Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat, berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal dari dunia mereka. Tapi realitas menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan Indonesia dan bukan di tempat lain.Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas.

Semua suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu, yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu. Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang, yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene.

Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya. Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!). Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika.

Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar ke Indonesia. Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas.

Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa Indonesia sekarang sama sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan sebagai nenek moyang dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah suatu proses maju atau mundurnya peradaban yang memakan waktu lebih dari sepuluh ribu tahun. Contoh kecilnya, ya perbandingan yang sangat populer tentang orang Malaysia dan Indonesia; dimana 30 tahunan yang lalu mereka masih belajar dari kita, dan sekarang mereka relatif berada di depan kita.

Allah SWT juga berfirman bahwa nasib manusia ini memang dipergilirkan. Yang mulia suatu saat akan menjadi hina, dan sebaliknya. Profesor Santos akan terus melakukan penelitian lapangan lebih lanjut guna membuktikan teorinya. Kemajuan teknologi masa kini seperti satelit yang mampu memetakan dasar lautan, kapal selam mini untuk penelitian (sebagaimana yang digunakan untuk menemukan kapal ‘Titanic’), dan beragam peralatan canggih lainnya diharapkannya akan mampu membantu mencari bukti-bukti pendukung yang kini diduga masih tersembunyi di dasar laut di Indonesia.

Coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan : penduduk cerdas terhormat yang berubah menjadi ambisius serta berbagai kelakuan buruk lainnya (mungkin ‘korupsi’ salah satunya).Dari berbagai sumber yang saya baca,akhir masa negeri Atlantis dimulai dengan kejadian yang mirip dengan kondisi moral indonesia saat ini.Mendewakan kebebasan tanpa batas/HAM,perzinahan yang terang-terangan.Tidak lagi menyembah Allah tp menyembah berhala,mengagung-agungkan klenik dan mistik,tidak punya malu melanggar larangan Tuhan. Nah, salah-salah Indonesia sang “mantan Atlantis” ini bakal kena hukuman lagi nanti kalau tidak mau berubah seperti yang ditampakkan bangsa ini secara terang-terangan sekarang ini

Jumat, 28 Mei 2010

misteri hajar aswad yang bikin geger NASA


04-14-2010, 12:26 PM
Maaf kalo repost :ampun dech...dari blog tetangga tp info bagus kok..

http://tbn0.google.com/images?q=tbn:_V2U_dVJi542dM:ht tp://my.execpc.com/%7Eculp/space/NeilArmstrong.jpgAda info baru yang menggegerkan para peneliti di Amerika. Salah satunya Neil Amstrong-yang semua kita dah pada kenal-telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Kenapa bisa seperti itu sob .. ?? Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?"

http://tbn2.google.com/images?q=tbn:uA6y0IEEaZvjQM:ht tp://www.sacred-destinations.com/images/sat/mecca-kaaba.jpg

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

http://tbn3.google.com/images?q=tbn:6AZTawWGMCiPwM:ht tp://www.topnews.in/files/mecca_0.jpg

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

http://ervakurniawan.files.wordpress. com/2009/04/magnet-bumi.jpg?w=359&h=197

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

http://tbn0.google.com/images?q=tbn%3A8IJkWq5Met5BSM% 3Ahttp%3A%2F%2Fervakurniawan.f iles.wordpress.com%2F2009%2F04 %2Fhajar-aswad3.jpg&w=98&h=110

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

sumber :disini:

sumber (http://inspirasi-emas.blogspot.com/2010/04/misteri-hajarul-aswad-menggegerkan-nasa.html

Selasa, 18 Mei 2010

daging babi dan seorang atheis



Saat makan malam di ruang makan pabrik,south korea...malam yang sial,hanya lauk mengandung daging babi terhidang di meja.Aku tahu ketua grup kami merasa tidak enak hati melihat kami hanya makan nasi dan air putih juga kimchi sekedar pemberi rasa pada lidah.Temanku menatap nanar semua hidangan di meja sambil bersungut, sedangkan aku komat kamit menyumpahi bibi tukang masak yang begitu kejam pada kami.


Pertanyaan yang sama berulang ditanyakan pada kami,"Mengapa Allah kamu melarang daging babi?" Dilanjutkan sebuah perintah dan pernyataan menjengkelkan,"Makanlah,Allah tidak ada di korea!".
Malam itu saya menjawab dengan serius ,tidak seperti biasanya yg saya jawab bahwa daging babi menjijikkan.Karena saya lihat ketua kami yang ini lembut dan halus tutur katanya.

Saya jawab bahwa bukan soal daging menjijikkan atau mengandung penyakit yang akan membuat kami sakit lalu cepat mati.Daging babi enak,lezat dan saya suka,karena saya dulu bukan seorang muslim hingga pernah menyantap daging itu.Tapi kami tidak memakanya karena memang Allah melarangnya dan kami tidak peduli mengapa!Allah hendak menguji siapa hambanya yang taat atas sebuah larangan.Dan kami ingin membuktikan bahwa kami mematuhi laranganNya.Ini adalah pernyataan cinta kami padaNya.Bahkan bila Allah melarang kami makan daging ayampun akan kami taati.

Dia,ketua grup kami tersenyum dan berkata,"Baiklah saya mengerti,tapi bila kau mencintai Tuhanmu dg mentaati larangannya mengapa kalian minum alkohol,berjudi,membunuh org tanpa hak dan pergi melacur bahkan diantara kalian memiliki selingkuhan dan berzina dgnya,bukankah hal2 itu juga dilarang..?"Kami tersentak dan serasa tiba-tiba perutku mual.Malam ini Allah telah mengirimkan seorang pengingat dan penyeru dari kalangan atheis kepada kami.Terus terngiang pertanyaan ketua kami yg belum bisa saya jawab...

Minggu, 05 April 2009

rosululloh miskin???......noway!!!



Inilah kelemahan umat Islam yang lebih memahami keberadaan Muhammad SAW secara parsial. Sejarah membuktikan bahwa sesungguhnya Rasulullah adalah seorang pebisnis ulung.

Ayahnya wafat saat dalam kandungan dan ibunya juga wafat saat usianya masih balita. Di usia 7 tahun beliau memulai berbisnis dengan usaha manajemen (menggembalakan) kambing milik para investor (kabilah). Lima tahun kemudian beliau memulai perjalanan bisnisnya ke Negeri Syam yang berjarak lebih dari 1.000 km dari tempat tinggal beliau. Dari pengalaman menjual barang-barang dagangan para khalifah tersebut, beliau boleh dibilang sukses. Etos kerja yang kian tinggi serta kredibilitas (Al-Amin) beliau menjadikannya pebisnis yang (hampir) selalu beruntung. Hal itu menyebabkan banyak investor (pemimpin kabilah) yang kemudian menitipkan uangnya kepada Rasulullah.

Pada usia 20an, beliau menikah dengan sesama pebisnis, Siti Khadijah, yang juga dikenal cukup sukses. Mahar kawin yang beliau serahkan adalah 20 ekor unta (saya agak lupa, mungkin sekitar 20-25). Kalau dimisalkan 1 ekor unta senilai Rp 10 juta, maka mahar beliau saat itu sekitar Rp 200 juta. Jaman sekarang pun amat sangat jarang ditemukan pemuda yang menikah dengan mahar sebesar Rp 200 juta. Apalagi, kalau diumpamakan bahwa unta saat itu senilai dengan sebuah mobil, maka mahar yang beliau berikan setara dengan 20 mobil. Sungguh hebat.

Hanya saja, kemudian Rasulullah memang memberikan hartanya untuk kepentingan umat. Konon, setiap tahunnya beliau malah menyumbangkan tak kurang dari 600 ekor unta. Rasulullah adalah seorang yang kaya raya. Hanya saja, kekayaan yang diraihnya betul-betul melalui jalan yang halal dan ridho. Beliau juga senantiasa menjaga kredibilitas dan menyalurkan kembali kekayaan beliau sebagai jalan penolong bagi orang-orang yang lemah di sekitarnya.

Jadi, siapa bilang miskin dan melarat itu mencontoh Rasulullah?

Sabtu, 21 Februari 2009

agama sudah seharusnya masuk ranah politik




MENJELANG detik-detik pelaksanaan Pemilu Legislatif 9 April 2009, kita dihadapkan pada dua fenomena yang kontradiktif. Di satu sisi, kita dianjurkan mengingat ucapan Jusuf Kalla kepada para ulama atau kiai dan ustaz-ustaz supaya jangan terlibat dalam masalah politik. Bahkan Menteri Agama Maftuh Basyuni gencar melarang para elite politik menggunakan ayat-ayat Alquran dalam berkampanye.

Ada tiga paradigma lama mengenai hubungan agama dengan politik. Pertama, agama dan politik adalah dua hal yang berbeda wilayah. Agama merupakan wilayah pribadi yang bersifat illahiyah, sedangkan politik adalah masalah yang bersifat duniawiyah. Kedua, agama dan politik tidak bisa dipisahkan, sebab agama meliputi segala aspek kehidupan manusia, termasuk kehidupan politik. Ketiga, agama dan politik bukan dua hal yang perlu dipertentangkan, sebab agama adalah seperangkat nilai-nilai yang bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kehidupan manusia dalam segala aspek.

Pada era reformasi dan demokratisasi saat ini, pemisahan antara agama dan politik sesungguhnya sudah tidak relevan lagi. Paradigma ini hanyalah propaganda yang diembuskan oleh mufti kaum imperialis Belanda Snouck Hurgronje di Indonesia. Dialah yang berusaha melakukan privatisasi agama (Islam) agar hanya menjadi ”agama masjid”. (BJ Bolland, 1985).

Anehnya, pola pikir tersebut melekat begitu kuat di sebagian besar elite politik Indonesia saat ini. Mereka berpendapat politik itu tidak berhubungan dengan agama. Karena itu, para ulama, kiai, ustaz-ustaz tidak perlu terjun atau memasuki ranah politik.

Privatisasi agama tersebut bukan saja merupakan bentuk pengingkaran terhadap hakikat manusia sebagai ”Zoon Politicon”, tetapi juga pengingkaran terhadap demokrasi itu sendiri. Larangan penggunaan ayat-ayat Alquran untuk berkampanye juga sama sekali tidak memiliki pijakan yang jelas. Paradigma tersebut justru nyata-nyata bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Jika setiap tindakan politik tidak berhubungan dengan nilai-nilai agama, maka kekuasaan pun dapat diperjuangkan dengan segala cara. Karena itu, korupsi, manipulasi dan segala bentuk-bentuk penyalahgunaan wewenang bukanlah perbuatan dosa.

Pemisahan agama dengan politik hanya akan membawa bangsa Indonesia kepada nihilisme, kering dari tatanan nilai dan moralitas, serta tercerabut dari senyawa asli sejarah pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Paradigma kedua yang tidak memisahkan antara agama dan politik juga bertolak belakang dengan senyawa akhir sejarah pendirian NKRI. Persoalan ini bahkan pernah menjadi perdebatan sengit berbagai kelompok dalam sidang-sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Hasil akhir dari sidang-sidang PPKI telah memberi arah politik bangsa ini dengan amat jelas.

Pertama, Indonesia lahir bukan sebagai negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler. Kedua, negara Indonesia mengakui asas keagamaan dan ingin bersikap positif terhadap agama pada umumnya dengan berbagai bentuk perwujudannya. Senyawa akhir inilah yang mendasari formulasi Pembukaan UUD 45, Pasal 6, dan pasal 29 UD 45 yang kini telah diamandemen.

Berpijak di senyawa akhir tersebut, penggunaan paradigma ketiga bagi bangsa Indonesia juga nampak kurang tepat. Dalam paradigma ketiga ini, agama dan politik bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, tetapi juga tidak boleh dicampuradukan. Paradigma semacam ini justru menambah kerancuan secara aplikatif. Di satu sisi, kita mengakui agama dengan segala pengamalan, tetapi untuk hal-hal tertentu seperti masalah politik tidak diizinkan.

Kerancuan tersebut menjadi celah apologis yang hanya melahirkan topeng-topeng politik. Jika di dunia Barat adigium ”Agama adalah Candu Kehidupan”, muncul akibat penetrasi dogma agama secara terang-terangan, maka kemunculan adigium ”Politik itu Kotor” di Indonesia adalah akibat pemanfaatan agama secara sembunyi-sembunyi untuk kepentingan politik.

Paradigma Baru
Ketika tiga paradigma hubungan agama dengan politik tidak ada yang tepat, maka perlu dicari format baru hubungan agama dengan politik dalam arus reformasi dan demokrasi Indonesia modern. Formulasi yang tepat antara agama dengan politik bagi bangsa Indonesia saat ini adalah sintesa dari paradigma kedua dan ketiga.

Paradigma baru ini menempatkan agama di celah sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang berdimensi transendental dan menjiwai sila kedua sampai ke lima Pancasila. Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa itulah secara inklusif terdapat ruang interaksi dan integrasi nilai-nilai adiluhung agama yang tak terhingga untuk diambil apinya yang bersifat temporal. Jadi dalam konfigurasi ini, agama harus ditempatkan di ruang yang terbuka.

Di situlah umat beragama dituntut berperan menyajikan api agama secara kritis dan pluralis dengan membuang jauh-jauh ”truth claim” dan ego kelompok maupun golongan. Dengan demikian, nilai-nilai aduluhung agama dapat menyinari segala penjuru kehidupan manusia, termasuk kehidupan politik tanpa harus memisahkan keduanya dan apalagi hanya menjadikan sebagai topeng politik.

Agama memang bukan pengganti politik,... tetapi agama dapat memperluas horizon dan visi manusia, dan menciptakan konteks transcendental untuk memecahkan persoalan yang terkait dari kondisi manusia sekarang yang sedang frustrasi baik secara individual maupun sosial (William McInner, 1990).
Jika paradigma baru tersebut dapat diimplementasikan secara cerdas, maka garis demokrasi politik yang sedang kita bangun akan memiliki pijakan nilai-nilai yang jelas dan tidak terombang-ambing tanpa arah.(35)

Kamis, 30 Oktober 2008

perkenalkan,saya seorang muslim.....

Kami ini Muslim.
Islam adalah nama agama kami. Artinya adalah "selamat" atau "tunduk patuh." Kami telah bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah semata. Anda tidak tahu ilah? Ilah adalah sesuatu yang diharapkan, ditakuti, dicintai, dan dipatuhi oleh manusia. Itulah pernyataan loyalitas yang kami ulang sedikitnya sembilan kali dalam sehari semalam.
Kami adalah manusia yang merdeka. Merdeka dari desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah kami. Kami bukan termasuk orang-orang yang tunduk pada keinginannya pribadi. Kami juga tidak tunduk pada godaan kesenangan badani belaka. Kami merdeka karena tunduk pada Allah semata.
Bagi kami, tidak ada yang absolut kecuali Allah. Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci kami, bahkan tidak berani sekedar untuk menambah satu kata atau huruf baru ke dalamnya. Kami tidak berani untuk berpikir bahwa kami lebih tahu urusan kami sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan menyelesaikan segala urusan kami. Kami berani di hadapan manusia dan takut di hadapan Allah, lantang di hadapan diktator dan menyerah tanpa syarat di hadapan Allah. Jangan bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada kedudukannya yang benar.
Kami ini Muslim.
Anda tahu siapa kami? Kami adalah umat yang selalu menimbulkan rasa cemas kepada mereka yang diliputi dengki. Kami menyuruh putri-putri kami berhijab, dan hal itu membuat semua orang khawatir. Padahal mereka tidak ragu melepas putri-putri mereka dengan pakaian minim hingga larut malam. Ah, mereka hanya takut, karena kaum perempuan Muslim hidupnya lebih menyenangkan. Mereka takut semua perempuan akan mengikuti jejak putri-putri kami.
Agama kami memang tidak pernah menyelisihi fitrah. Semuanya sesuai dengan karakter dasar manusia. Mereka menutup aurat bukan karena terpaksa, melainkan karena memang demikianlah yang baik bagi mereka. Tanyakanlah pada putri-putrimu, bukankah hari-hari mereka dilalui dengan penuh kekhawatiran karena mata lelaki yang selalu sigap menangkap apa-apa yang sesuai dengan syahwatnya? Tanyakanlah pada kaum perempuanmu, bukankah hidup mereka penuh dengan penyesalan karena selalu disusahkan oleh para pria hidung belang? Ah, tidak perlu dijawab. Kami sudah tahu jawaban jujurnya.
Jangan heran jika kami enggan menyentuh minuman beralkohol, karena Allah memang tidak menghendaki hamba-hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh seperti lazimnya orang mabuk. Semua hukum yang susah payah dirumuskan oleh negara-negara Barat untuk menghindari ekses negatif dari minuman keras hanya teori usang. Cukup sebuah ayat dalam Al-Qur'an, maka kami pun menjauh darinya. Inilah bukti ketundukan kami.
Mengapa kalian bingung menyaksikan kami shalat lima waktu setiap harinya? Justru kamilah yang bingung melihat kalian begitu jarang meluangkan waktu untuk Tuhan. Anda pikir shalat itu mempersulit hidup kami? Demi Allah, kami tidak membasuh kepala kami dengan wudhu dan tersungkur dalam sujud kecuali untuk mendapatkan manisnya iman. Kami paham jika Anda tidak mengerti. Rasa manis hanya dipahami oleh mereka yang memiliki lidah. Iman hanya dimengerti oleh mereka yang bersedia untuk tunduk.
Kalian yang tidak memahami lezatnya iman tidak akan mengerti tujuan hidup kami. Kami hidup hanya untuk mati. Semua manusia begitu, tapi sedikit yang mau mengakuinya. Kenyataannya semua manusia akan mati. Bedanya, kami memiliki tujuan yang pasti, dan kami yakin pada petunjuk arah yang terpampang di depan mata. Kami tidak takut mati, karena mati itu keniscayaan. Tidak ada bedanya mati sekarang atau tahun depan. Yang menjadikannya beda hanyalah caranya. Kami adalah kaum yang akan maju berdesak-desakan ketika pintu menuju syahid terbuka.
Anda tidak paham? Tentu saja, karena Anda tidak memiliki kerinduan kepada akhirat.
Siapa pun boleh menyangkal, tapi kebenaran adalah kebenaran. Kami hanya menyuarakan kebenaran, dan kebenaran itu lincah seperti air. Jika terhalang batu, ia akan mengambil jalan lain. Jika dibendung, ia akan berkumpul hingga cukup banyak dan akhirnya melimpah dari dinding yang menghadang. Jika Anda berusaha memenjarakan kebenaran yang terus mengalir dalam suatu wadah, maka niscaya kebenaran itu akan menekan ke segala arah, dan semua dinding pun akan runtuh.
Anda bisa menghina Rasul kami dengan berbagai gambar yang tak pantas, tapi semuanya hanya akan berakhir mengenaskan bagi para penghujat. Di negeri penghujat Rasulullah saw. itu, lima ribu eksemplar Al-Qur'an telah terjual dalam lima bulan saja. Anda bisa menyebarkan kabar bohong apa pun tentang kami, namun hal itu hanya akan mendorong semua orang untuk mengenal kami lebih jauh. Ini adalah kabar buruk bagi kalian, karena siapa pun yang mempelajari Islam dengan baik niscaya hatinya akan tersentuh. Teruskanlah makar ini, dan kami akan tetap menjadi pemenangnya!
Anda bisa mengajak semua orang untuk memerangi kami, namun kebenaran akan sampai juga pada telinga-telinga yang tetap terbuka. Kalian bisa membumihanguskan negeri-negeri kami, namun Islam akan sampai juga di negeri kalian. Cepat atau lambat, negeri kalian akan menerima Islam dengan tangan terbuka, karena kebenaran akan selalu menyentuh hati manusia yang cenderung pada kelembutan.
Kami ini Muslim. Kamilah yang akan memenangkan pertarungan, jika memang Anda bersikeras untuk bertarung. Tapi jangan khawatir, karena kami tidak merasa perlu memaksa Anda masuk ke dalam barisan kami. Cukuplah dengan menjadi teman yang baik, dan semuanya akan baik-baik saja. Allah SWT tidak melarang kami berteman dengan siapa pun yang tidak memerangi kami. Kepada semuanya, kami sampaikan salam hangat persahabatan: bukalah pintu hati kalian untuk kebenaran, dan ia akan datang dengan berbagai cara yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya.
Kami adalah tangan-tangan yang saling berpegangan dan saling menjaga satu sama lainnya. Kami adalah dahaga yang saling mendahulukan. Kami adalah tubuh-tubuh yang saling menyelamatkan. Kami adalah lidah-lidah yang saling menghibur dan hati yang saling mencemaskan.
Kami adalah Muslim.