Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2011

makna tersembunyi dari tembang dolanan anak "sluku-sluku" bathok

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Sala
Oleh-olehe payung motha
Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Nek obah medeni bocah
Nek urip goleka dhuwit.

Sluku-sluku bathok, Bathoke ela-elo : berasal dari Bahasa Arab : Ghuslu-ghuslu bathnaka, artinya mandikanlah batinmu. Membersihkan batin dulu sebelum membersihkan badan atau raga. Sebab lebih mudah membersihkan badan dibandingkan membersihkan batin atau jiwa.

Bathoke ela-elo : batine La Ilaha Illallah : maksudnya hatinya senantiasa berdzikir kepada Allah, diwaktu senang apalagi susah, dikala menerima nikmat maupun musibah, sebab setiap persitiwa yang dialami manusia, pasti mengandung hikmah.

Si Rama menyang Sala : (sirama/jawa halus)Mandilah, bersucilah, kemudian kerjakanlah shalat. Allah menciptakan Jin dan manusia tidak lain adalah agar supaya menyembah, menghambakan diri kepada-Nya.

Oleh-oleh payung motha : Lailaha Illalah hayyun mauta : dzikir pada Allah mumpung masih hidup, bertaubat sebelum datangnya maut. Manusia hidup di alam dunia tidak sekedar memburu kepentingan duniawi saja, tetapi harus seimbang dengan urusan-urusan ukhrowi.

Mak jentit lolo lobah wong mati ora obah, nek obah medeni bocah, nek urip golekka dhuwit : Kalau sudah sampai saatnya, mati itu sak jenthitan selesai, habis itu tidak bergerak. Walau ketika hidup sebagai raja diraja, sugih banda-bandhu, mukti wibawa, ketika mati tidak ada yang dibawa. Ketika masih hidup supaya berkarya, giat berusaha.

lalat itu binatang hebat, nak...

Lalat ternyata bukan ciptaan Allah yang sederhana, apalagi hina dan lemah. Sayapnya bergetar dengan serasi, dengan manuver terbang yang sangat cepat. Telungkup, miring dan telentang. Bisa mendarat terbalik dengan kaki-kaki melekat erat di langit-langit rumah. Kaki itu bila perlu bisa mengeluarkan sejenis lendir perekat.

Ketika terbang, lalat mengepakkan sayapnya kurang lebih 500 kali setiap detik. Padahal tak satu pun mesin buatan manusia yang memiliki kecepatan luar biasa itu. Kalaupun ada, tentu akan terbakar dan hancur akibat gaya gesek.

Namun sayap/persendian lalat tidak mengalami kerusakan. Lalat dapat terbang kearah manapun tanpa terpengaruh oleh arah kecepatan angin. Padahal dengan teknologi yang paling mutakhir sekalipun, manusia belum mampu membuat mesin yang memiliki spesifikasi dan teknik terbang yang luar biasa seperti lalat.



Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.(QS. Al Hajj : 22 : 73)


Lalat sangat sukar ditangkap atau dipukul. Selain gaya terbangnya yang gesit, rupanya matanya juga istimewa. Dua belah bola matanya besar bisa melihat ke segala arah. Bola matanya terdiri dari 4000 biiji mata facet yang bersegi enam. Masing-masing bekerja sendiri-sendiri dan menghasilkan ribuan gambar benda yang dilihatnya. Informasi tadi dikirim sangat cepat ke pusat saraf penglihatannya. Karena itu gerakan memukul sedikit saja sudah segera ditangkap oleh lalat, sehingga dia bisa secepat kilat menghindar.

Nah, kehebatan desain lalat itu sampai sekarang masih belum bisa diproduksi, walaupun semua pabrik dan laboratorium berhimpun untuk itu. Ternyata Allah bukan hanya menyindir patung berhala yang tidak bisa membuat lalat, tetapi juga mengingatkan bahwa ilmu dan teknologi juga jangan diberhalakan. Yang pasti Allah SWT telah memberikan isyarat tentang hebatnya lalat. Seekor lalat. Wallahu A'lam.

lalat, ayat Allah yg dimusuhi

Ini adalah pelampiasan saya bila sedang stress. Mengambil gelang karet, diputus lalu nginceng lalat yg sedang pencolat-pencolot sana-sini. Ketika ada lalat yg sedang asyik nemplok , syukur-syukur rombongan langsung dijepret pakai gelang karet, seketika modar mencelat salang tunjang..Hati ini rasanya marem..Bagi saya lalat dan nyamuk adalah musuh besar yg harus ditumpas habis..!!

Tak dinyana meskipun ditakdirkan sebagai musuh saya rupanya lalat telah diabadikan Allah dlm Alqur'an . Tak hanya Allah yg menyinggung tentang lalat. Kanjeng Nabi SAW pun pernah berkisah tentang lalat.


 
"sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu,..."(surat al-baqarah : 26)

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.(QS. Al Hajj : 22 : 73)

Wah..Tak tanggung-tanggung yg disinggung Allah melalui lalat adalah persoalan sensitif, yaitu tauhid, keesaan Allah. Iya..dg perumpamaan lalat Dia menjewer mata kita biar melek bahwa berhala, jin, penunggu Merapi, Nyi Roro Kidul, Pusaka, Dhemit tak mampu membuat lalat, bahkan mereka jg tak mampu menghalau lalat yg mengambil sesuatu dari mereka, sesajen misalnya.

Dalam kisah lalat yg diceritakan Nabi SAW; hanya karena memberikan sesaji seekor lalat seseorang bisa masuk neraka. Coba bandingkan dg Mbah Kuncrut yg memberi sesaji dg ayam, telur dll .

Lain kali saya ceritain dech, betapa luar biasanya tekhnologi yg ada di dalam tubuh lalat. Manusiapun tak akan sanggup membuat sesuatu yg menyerupai tekhnologi lalat..!!

Lalat tak merasa hina dan rendah bila sedang nongkrong di tumpukan sampah. Namun kali waktu lalat tanpa beban hinggap pada makanan mewah nan mahal. Dia hanya mencari karunia Illahi dimanapun rizki diletakkan. Semua kehebatan tekhnologi terbang dan penginderaan yg dianugerahkan Allah  tidak lantas membuatnya pongah, jaim, lalu memilah-milah makanan yg hendak dimakan.

Barangkali lalat jg tdk ambil pusing dg kelebihan yg dimiliki, tak menyadari kehebatannya  telah membuat para ilmuan berdecak kagum. Dia hanya ingin terbang, hinggap sesuka hati, bertemu dg siapapun tanpa memandang latar belakangnya, semua sama. Bercanda dg sapi, kambing, manusia dan seluruh makhluk Allah meski kadang niat baik menyapa mereka justru berujung pada kematiannya sendiri.

Lalat mengajarkan kerendahhatian dan sikap hidup yg egaliter berjumpa dg siapapun dan hinggap di manapun tanpa memandang status sosial.

Saat kita sedang lupa bahwa Allah sedekat urat nadi, Dia mengirimkan lalat, nyamuk dan kecoa di rumah kita. Mereka menyentuh kulit , mencubit, menggelitik mata agar manusia sadar mereka ada krn diciptakan  Dzat Yang Maha Cerdas. Kehadiran mereka memiliki arti tersendiri bagi orang-orang yg mau memikirkan hikmah penciptaanNya.

Mereka makhluk yg diutus Allah utk mengingatkan manusia, mengajarkan banyak hal utk kita kaji lebih dalam. Mereka adalah ayat-ayat Allah yg ditakdirkan menjadi musuh manusia. Semoga saat saya berhasil membunuh seekor lalat masih bisa mengucapkan terimakasih atas kesediaannya menyenggol kulit agar mengingat Allah meski ditebus dg nyawanya.

bimomukti the snowman,seoul

belajar dari nyamuk

Sejak dulu hewan yg paling saya benci adalah nyamuk dan lalat. Bukan hanya karena menyangkut kesehatan tapi nyamuk dan lalat adalah hewan yg paling sering mengganggu saat-saat istirahat,

Tapi penuturan Si Mbok tentang nyamuk  membuka mata saya. Menginspirasi hidup untuk bangkit dari  dipan dan kursi menepis angan dan lamunan. Terbelalak mata saya betapa makhluk kecil yg menjengkelkan itu ternyata memiliki nyali besar untuk bertahan hidup.

"sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu,..."(surat al-baqarah : 26)

Saya tak menyadari bahwa selama ini Si Mbok mengamati aktifitas saya saat mengusir nyamuk di kamar menjelang tidur. Mulai dari  memukul, ngoprak-oprak kamar dg sapu lidi, alat penyetrum listrik, panci yg diolesi minyak hingga menyemprot seisi ruangan dg obat nyamuk. Bahkan saking jengkelnya saya pernah tidur sambil  pegang obat semprot nyamuk. Tiap terdengar suara nguing nyamuk langsung,,sroott...semprot, puas banget ..

Suatu saat seekor nyamuk sedang asyik nungging menyedot darah di lengan saya. Si Mbok yg sedang berada di samping saya duduk melarang saya memukulnya.

" Kasihan to Ngger, itu nyamuk  nekat 'nyokot' kamu pasti sangat kelaparan, dia itu  binatang pemberani bertaruh nyawa agar bisa tetap hidup, dia juga 'nrimo' kodrating Gusti Allah jadi hewan pemakan darah..", Kata Si Mbok dg nada serius.

Belakangan saya tahu ternyata nyamuk bukan pemakan darah.  Baik nyamuk jantan maupun betina hidup dari nektar bunga.Yang butuh darah hanya nyamuk betina. Nyamuk betina mengisap darah hanya karena ia membutuhkan protein dalam darah untuk membantu telurnya berkembang. Dengan kata lain, nyamuk betina mengisap darah hanya untuk memelihara kelangsungan spesiesnya.

Ini sungguh di luar dugaan saya, menakjubkan dan mengagumkan. Betapa seekor ibu nyamuk sibuk berkeliling mengumpulkan darah demi anak-anaknya. Resiko besar menunggu, kematian di tangan manusia.

Pun nyamuk tak ada yg protes pada Sang Pencipta mengapa ia ditakdirkan demikian. Nyamuk mengajarkan kepada kita bahwa hidup hanyalah sebuah lelakon. Bahwa apa yg terjadi di dunia ini sudah 'ginaris' menjadi kehendak Tuhan. Bukan berarti Dia tak menyayangi makhlukNya dg memberi tugas berat, berbahaya, penuh onak dan duri tapi memang demikianlah hidup harus dijalani dg perjuangan agar kita makin giat memohon belas kasih Nya.

Nyamuk menjalani hidupnya dg semeleh 'nrimo ing pandum' namun  mereka tetap berjuang dg nyali besar semangat menyala tak takut kematian yg datang mengancam. Karena toh kematian adalah sebuah kepastian. Kelak seluruh makhluk akan dihidupkan kembali dalam keabadian.

Saat musibah, kesulitan hidup dan aneka derita mengakrabi ini hanyalah sebuah lakon dari beberapa lembar kehidupan. Ujian ini hanya sementara seperti keyakinan nyamuk akan siklusnya yg pendek. Nyatanya nyamuk tetap berusaha dg sungguh-sungguh menjalankan lakonnya.Tak kapok meski berulangkali hampir tewas.

Lalu apakah kita tak merasa malu pada nyamuk yg tetap bersyukur atas takdirnya yg bgt berat. Mereka tetap terbang dan hinggap tak peduli bahaya mengancam. Apakah sampean masih akan berpangku tangan merutuki nasib sial, menyumpahi nasib atau masih bengong ? Segera terbang dan carilah karunia Allah di seluruh penjuru bumi.

“Kehidupan itu seperti cahaya kunang-kunang di tengah malam yg hilang bila esok menjelang. Atau seperti nyamuk, dipukul dia mati gepeng tak dipukulpun esok hari dia mati"..Yach, setidaknya nyamuk telah berusaha keras menjalani titah hidup bukan ??

bimomukti the snowman,seoul

hari wanita tertipu

gemeng-ngemeng soal wanita, saya jadi ingat notes teman sekolah SMU dulu (Om Ika Windu). Dia bilang wanita itu makhluk susah dimengerti, bahkan Freudpun poseng memahami wanita.
Misalnya begini nih;

Jika dikatakan cantik dikira menggoda ,
jika dibilang jelek di sangka menghina..
Bila dibilang lemah dia protes,
bila dibilang perkasa dia nangis .

Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak
(sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)
Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut
(sambil ngomel,Egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)

Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya ,
tapi kenapa ya ….. lebih bangga jadi wanita karir,
padahal ibunya adalah ibu rumah tangga

Bila kesalahannya diingatkankan,mukanya merah..
bila di ajari mukanya merah,
bila di sanjung mukanya merah
jika marah mukanya merah, kok sama
semua ? bingung !!

Di tanya ya atau tidak, jawabnya diam;
ditanya tidak atau ya, jawabnya diam;
ditanya ya atau ya, jawabnya :diam,
ditanya tidak atau tidak, jawabnya ; diam,
ketika didiamkan malah marah
(repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).

Hari ini adalah hari kartini namun yg bikin saya heran kenapa orang-orang kok malah pada bingung pakai busana tradisional terutama jawa? Ini peringatan hari budaya nasional atau Ibu Kartini. Terus mengapa kok dikait-kaitkan dengan emansipasi wanita. Bahkan saking semangatnya emansipasi malah ada yg nyalahi kodrat.

Mengapa harus Kartini? Kenapa nggak Dewi sartika saja yg jelas kiprahnya mendirikan sekolah khusus perempuan. Faktanya,Kartini cuman bisa berkhayal dan berwacana soal itu, gk pernah kesampain bikin sekolahan.

Selain Kartini dan Dewi Sartika , kita tahu ada Cut Nyak Dien, Nyi Ageng Serang dan Christina Martha Tiahahu yang jadi panglima perang tersohor. Ada juga atau Maria Walanda Maramis yang membaktikan dirinya sebagai pendidik. Kiprah mereka jelas lebih konkrit daripada sekadar (maaf) menulis surat-surat. Ironisnya, kita hapal tanggal lahir Kartini, tapi jarang yang tahu kapan hari lahir Jendral Soedirman atau Mohammad Hatta. Sungguh sebuah kultus individu yang terkesan agak berlebihan.

Pada hari ini dan tiap tanggal 21 April kaum wanita telah ditipu habis-habisan..!!!

Coba bayangkan, orang-orang beramai-ramai mengangkat 'keperkasaan' wanita yang bekerja misalnya sebagai pengemudi truk, montir bengkel, tukang bangunan, atau profesi lain yang lazimnya dikerjakan kaum adam. Padahal itu semua terjadi karena para wanita telah menjadi korban kapitalisme global. Lingkaran setan pemuja uang, pengusaha tak bermoral yg memerah tenaga wanita dg harga murah hanya krn wanita gk berani protes dan lemah plus gampang dipecat..! Akibatnya kaum laki-laki dipaksa jadi pengangguran karena lahan pekerjaan telah diambil alih wanita.

Dengan dalih emansipasi pula kaum wanita dihajar habis-habisan oleh kaum kapitalis, pengusaha gila harta. Kaum laki-laki 'dipensiunkan' dg cara pabrik-pabrik dan perusahaan hanya menerima pekerja wanita. Lihatlah kini banyak laki-laki yg frustasi krn sebagai kepala rumah tangga tak mampu menafkahi keluarga.

Alhasil, akibat lingkaran setan tadi, demi alasan menopang ekonomi keluarga kaum wanita dipaksa bekerja di pabrik dan toko dg gaji rendah lalu tenaganya diperah habis-habisan. Perempuan benar-benar ditipu oleh emansipasi palsu.

Bahkan dengan emansipasi wanita pula seolah kaum wanita selama ini telah dizalimi laki-laki. Padahal terjadinya penzaliman laki-laki atas wanita kasuistik. Apakah itu berarti tak ada penzaliman wanita atas laki-laki? Meletakkan wanita pada kodratnya sebagai ibu rumah tangga malah dianggap anti emansipasi. Bagi saya silakan wanita bekerja sesuai kodrat dan kemampuannya membantu suami namun keluarga lebih utama. Cari pekerjaan yg memungkinkan komunikasi ibu dan anggota keluarga bisa lebih banyak.

Dengan meminta kesetaraan gender, perempuan malah terkesan menjustifikasi stigma bahwa kaumnya tidak setara dengan laki-laki. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan berbeda dan tidak pernah sama. Tapi justru dalam perbedaan itu, keduanya saling melengkapi. Not to compete, but to complete each other.

Teruntuk mereka yang merasa 21 April adalah hari spesialnya, selamat Hari Kartini. Yakinlah bahwa setiap perempuan harus mau dan mampu menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri. There’s a hero lies in you. bimomukti the snow man

Minggu, 03 April 2011

mengamati nyamuk

Nyamuk, harun yahya.com
Sebagaimana yang telah disebutkan, dalam banyak ayat Al Quran Allah memerintahkan manusia untuk memperhatikan alam dan melihat "tanda-tanda" di dalamnya. Semua makhluk hidup dan tak hidup di alam semesta diliputi oleh tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka semua "diciptakan", bahwa mereka menunjukkan kekuasaan, ilmu, dan seni dari "Pencipta" mereka. Manusia bertanggung jawab untuk mengenali tanda-tanda ini dengan menggunakan akal budinya, untuk memuliakan Allah.
Walau semua makhluk hidup memiliki tanda-tanda ini, beberapa tanda dirujuk Allah secara khusus dalam Al Quran. Nyamuk adalah salah satunya.

Di surat Al Baqarah ayat 26, nyamuk disebutkan:
"Sesungguhnya, Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik."(Al
 Bagarah, ayat 26)
 
 






Nyamuk sering dianggap sebagai makhluk hidup yang biasa dan tidak penting. Namun, ternyata nyamuk itu sangat berarti untuk diteliti dan dipikirkan sebab di dalamnya terdapat tanda kebesaran Allah. Inilah sebabnya "Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu".

Seekor nyamuk jantan yang telah cukup dewasa untuk kawin akan menggunakan antenanya-organ pendengar-untuk menemukan nyamuk betina. Fungsi antena nyamuk jantan berbeda dengan antena nyamuk betina. Bulu tipis di ujung antenanya sangat peka terhadap suara yang dipancarkan nyamuk betina. Tepat di sebelah organ seksual nyamuk jantan, terdapat anggota tubuh yang membantunya mencengkeram nyamuk betina ketika mereka melakukan perkawinan di udara. Nyamuk jantan terbang berkelompok, sehingga terlihat seperti awan. Ketika seekor betina memasuki kelompok tersebut, nyamuk jantan yang berhasil mencengkeram nyamuk betina akan melakukan perkawinan dengannya selama penerbangan. Perkawinan tidak berlangsung lama dan nyamuk jantan akan kembali ke kelompoknya setelah perkawinan. Sejak saat itu, nyamuk betina memerlukan darah untuk perkembangan telurnya.

Perjalanan Luar Biasa Sang Nyamuk

Pada umumnya, nyamuk dikenal sebagai pengisap dan pemakan darah. Hal ini ternyata tidak terlalu tepat, karena yang mengisap darah hanya nyamuk betina. Selain itu, nyamuk betina tidak membutuhkan darah untuk makan. Baik nyamuk jantan maupun betina hidup dari nektar bunga.

Nyamuk betina mengisap darah hanya karena ia membutuhkan protein dalam darah untuk membantu telurnya berkembang. Dengan kata lain, nyamuk betina mengisap darah hanya untuk memelihara kelangsungan spesiesnya.

Proses perkembangan nyamuk merupakan salah satu aspek yang paling mengesankan dan mengagumkan. Berikut ini adalah kisah singkat tentang transformasi makhluk hidup dari seekor larva renik melalui beberapa tahap menjadi seekor nyamuk:

Telur nyamuk, yang berkembang dengan diberi makan darah, ditelurkan nyamuk betina di atas daun lembap atau kolam kering selama musim panas atau musim gugur. Sebelumnya, si induk memeriksa permukaan tanah secara menyeluruh dengan reseptor halus di bawah perutnya. Setelah menemukan tempat yang cocok, ia mulai bertelur. Telur-telur tersebut panjangnya kurang dari satu milimeter, tersusun dalam satu baris, secara berkelompok atau satu-satu. Beberapa spesies bertelur dalam bentuk tertentu, saling menempel sehingga menyerupai sampan. Sebagian kelompok telur ini bisa terdiri atas 300 telur.

Telur-telur berwarna putih yang disusun rapi ini segera menjadi gelap warnanya, lalu menghitam dalam beberapa jam. Warna hitam ini memberikan perlindungan bagi larva, agar takterlihat oleh burung atau serangga lain.

Selain telur, warna kulit sebagian larva juga berubah sesuai dengan lingkungan, sehingga mereka lebih terlindungi.
Larva berubah warna dengan memanfaatkan faktor-faktor tertentu melalui berbagai proses kimia rumit. Jelaslah, telur, larva, ataupun induk nyamuk tersebut tidak mengetahui proses-proses di balik perubahan warna dalam tahap perkembangan nyamuk. Tidak mungkin ia bisa membuat sistem ini. dengan kemampuan sendiri. Tidak mungkin pula sistem ini terbentuk secara kebetulan. Nyamuk telah diciptakan dengan sistem ini sejak mereka pertama kali muncul.

Menetasnya Telur
Seusai masa inkubasi, larva-larva mulai keluar dari telur secara hampir bersamaan. Larva, yang terus-menerus makan, tumbuh dengan cepat. Kulit mereka segera menjadi sempit, sehingga mereka tidak bisa tumbuh lebih besar lagi. Ini berarti sudah tiba saatnya untuk pergantian kulit yang pertama. Pada tahap ini, kulit yang keras dan rapuh ini mudah pecah. Larva nyamuk berganti kulit dua kali lagi sampai selesai berkembang.

Metode makan larva pun menakjubkan. Larva membuat pusaran kecil di dalam air, dengan menggunakan dua anggota badan yang berbulu dan mirip kipas angin. Pusaran ini membuat bakteri atau mikroorganisme lainnya mengalir ke mulutnya. Sambil bergantung terjungkir di dalam air, larva bernapas melalui pipa udara yang mirip "snorkel" yang digunakan para penyelam. Tubuhnya mengeluarkan cairan kental yang mencegah masuknya air ke lubang yang digunakannya untuk bernapas. Singkatnya, makhluk hidup ini dapat bertahan hidup melalui banyak keseimbangan rumit yang berhubungan timbal-balik dan saling mempengaruhi. Jika tidak memiliki pipa udara, ia tidak akan mampu bertahan hidup. Jika tidak ada cairan kental, pipa pernapasannya akan dipenuhi air. Pembentukan dua sistem ini pada dua waktu yang berbeda akan menyebabkan kematian pada tahap ini. Ini menunjukkan bahwa keseluruhan sistem nyamuk tersebut itu utuh sejak awal. Dengan kata lain, ia telah diciptakan.

Larva berganti kulit sekali lagi. Pergantian yang terakhir ini agak berbeda dengan sebelumnya. Pada tahap ini, larva memasuki tahap pendewasaan terakhir, yaitu tahap kepompong. Kepompong yang mereka tempati menjadi sangat sempit. Ini berarti sudah tiba saatnya bagi larva untuk keluar dari kepompong. Makhluk yang keluar dari kepompong ini sedemikian berbeda, sehingga sulit dipercaya bahwa kedua wujud ini adalah dua fase perkembangan dari satu makhluk yang sama. Sebagaimana yang terlihat, proses perubahan ini terlalu rumit dan sulit untuk dirancang baik oleh larva ataupun nyamuk betina….

Selama tahap terakhir perkembangan ini, larva menghadapi bahaya terputusnya pernapasan, sebab lubang pernapasannya yang mencapai permukaan air melalui pipa udara akan tertutup. Sejak tahap ini, pernapasan nyamuk tidak lagi menggunakan lubang ini, tetapi melalui dua pipa yang baru saja muncul pada bagian depan tubuhnya. Oleh karena itulah, pipa-pipa ini tersembul di permukaan air sebelum pergantian kulit. Nyamuk dalam kepompong ini sekarang telah dewasa. Ia siap terbang, lengkap dengan semua organ dan organelnya, seperti antena, tubuh, kaki, dada, sayap, perut, dan matanya yang besar.
Kepompong tersebut tersobek di bagian atas. Bahaya terbesar pada tahap ini adalah bocornya air ke dalam kepompong. Akan tetapi, bagian atas kepompong yang tersobek ini ditutupi suatu cairan kental khusus, yang berfungsi melindungi kepala nyamuk dari sentuhan air. Ini saat yang sangat penting. Karena ia dapat jatuh ke air dan mati akibat tiupan angin, nyamuk harus memanjat ke atas air dan hanya kakinya yang boleh menyentuh permukaan air. Ia berhasil.

Bagaimana nyamuk pertama kali mendapatkan "kemampuan" bertransformasi seperti ini? Mungkinkah sebuah larva "memutuskan" untuk berubah menjadi seekor nyamuk setelah berganti kulit tiga kali? Tentu tidak! Sangatlah jelas bahwa makhluk hidup mungil ini, yang dijadikan perumpamaan oleh Allah, telah diciptakan sedemikian secara khusus.

Sistem Pernapasan
Dalam sistem pernapasannya, larva mengisap udara dengan menggunakan pipa berongga yang didorong ke atas permukaan air. Sementara itu, larva menggantung terjungkir di bawah air. Suatu cairan kental mencegah masuknya air ke lubang yang digunakan larva untuk bernapas.
Gnats during their pupal stages = Nyamuk dalam tahap kepompong
Ketika nyamuk keluar dari air, kepalanya tidak boleh menyentuh air sama sekali. Jika tidak bernapas satu saat saja, napasnya akan terputus. Angin sepoi atau riak kecil pada permukaan air pun dapat berakibat fatal bagi nyamuk.

Bagaimana Nyamuk Mengindra Dunia Luar?

Nyamuk dilengkapi dengan penerima panas yang sangat peka. Mereka mengindra segala sesuatu di sekitar mereka.dalam berbagai warna menurut panasnya, sebagaimana terlihat pada gambar di sebelah kanan. Karena pengindraannya tidak bergantung pada cahaya, nyamuk sangat mudah menentukan letak pembuluh darah dalam ruangan yang gelap sekalipun. Penerima panas pada nyamuk cukup peka untuk mendeteksi perbedaan suhu hingga sekecil 1/1000 C.


Teknik Mengisap Darah Yang Menakjubkan
Teknik nyamuk untuk mengisap darah ini bergantung pada sistem kompleks yang mengatur kerja sama antara berbagai struktur yang sangat terperinci.

Setelah mendarat pada sasaran, mula-mula nyamuk mendeteksi sebuah titik dengan bibir pada belalainya. Sengat nyamuk yang mirip alat suntik ini dilindungi bungkus khusus yang membuka selama proses pengisapan darah.

Tidak seperti anggapan orang, nyamuk tidak menusuk kulit dengan cara menghunjamkan belalainya dengan tekanan. Di sini, tugas utama dilakukan oleh rahang atas yang setajam pisau dan rahang bawah yang memiliki gigi yang membengkok ke belakang. Nyamuk menggerakkan rahang bawah maju-mundur seperti gergaji dan mengiris kulit dengan bantuan rahang atas. Ketika sengat diselipkan melalui irisan pada kulit ini dan mencapai pembuluh darah, proses pengeboran berakhir. Sekarang waktunya nyamuk mengisap darah.

Namun, sebagaimana kita ketahui, luka seringan apa pun pada pembuluh darah akan menyebabkan tubuh manusia mengeluarkan enzim yang membekukan darah dan menghentikan kebocoran. Enzim ini tentunya menjadi masalah bagi nyamuk, sebab tubuh manusia juga akan segera bereaksi membekukan darah pada lubang yang dibuat nyamuk dan menutup luka tersebut. Artinya, nyamuk tidak akan bisa mengisap darah lagi.

Akan tetapi, masalah ini dapat diatasi. Sebelum mulai mengisap darah, ia menyuntikkan cairan khusus dari tubuhnya ke dalam irisan yang telah terbuka. Cairan ini menetralkan enzim pembeku darah. Maka, nyamuk dapat mengisap darah yang ia butuhkan tanpa terjadi pembekuan darah. Rasa gatal dan bengkak pada titik yang digigit nyamuk diakibatkan oleh cairan pencegah pembekuan darah ini.
Ini tentulah sebuah proses yang luar biasa dan memunculkan pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Bagaimana nyamuk tahu dalam tubuh manusia ada enzim pembeku?
2. Untuk memproduksi cairan penetral enzim tersebut, nyamuk perlu mengetahui struktur kimianya. Bagaimana ini bisa terjadi?
3. Andaipun entah bagaimana nyamuk mendapatkan pengetahuan itu (!), bagaimana ia memproduksi cairan tersebut dalam tubuhnya sendiri dan membuat "rantai teknis" yang dibutuhkan untuk mentransfer cairan tersebut ke belalainya?Jawaban semua pertanyaan ini telah jelas: tidak mungkin nyamuk bisa melakukan semua hal di atas. Ia tidak pula memiliki akal, ilmu kimia, ataupun lingkungan "laboratorium" yang diperlukan untuk memproduksi cairan tersebut. Yang kita bicarakan adalah seekor nyamuk yang hanya beberapa milimeter panjangnya, tanpa akal ataupun kecerdasan, itu saja!

Jelaslah bahwa Allah, Tuhan dari langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, telah menciptakan nyamuk dan manusia, dan memberikan kemampuan-kemampuan luar biasa dan menakjubkan tersebut kepada nyamuk.
"Segala sesuatu yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahabesar, Maha Bijaksana. Kekuasaan dari langit dan bumi adalah miliknya. Ia memberikan hidup dan menjadikan mati. Ia memiliki kekuasaan atas segala sesuatu." (QS. Al Hadid: 1-2)

mari mengintip pelajar 'geulis' kor sel

 Kemarin Simbah sudah' ngecrit' secara umum pendidikan di Kor Sel dari luar pagar sekolah, sekarang Simbah akan cerita suasana pelajar Korsel langsung nyelonong masuk ke sekolah. Well..yo sakjane saya sudah sejak lama penasaran dengan aktifitas belajar mereka. Gimana gak penasaran, wong mereka merdeka jg hampir bareng sama kita tapi kok kemajuannya begitu pesat. Sama-sama manusia, mereka jg makan nasi, sayur, daging gak jauh beda dg kita tapi ada banyak perbedaan mencolok dg negeri kita.


Sistem pendidikan di Korsel mirip dg kita. SD 6 thn, SLTP 3thn, SMU dan sekolah kejuruan 3thn dan ada juga gabungan SMU dan kejuruan 3 th jg. SD dan SLTP digratiskan sedangkan SMU/K mbayar dg kisaran biaya bervariasi, biasanya biaya sekolah sudah termasuk seragam, alat tulis dan makan siang.

Kalender sekolah dua semester, yang pertama membentang dari Maret sampai bulan Juli dan yang kedua dari September hingga Februari. Sekolah dimulai sekitar pukul 8 atau 9:00. Masing-masing mata pelajaran  berjalan selama 50 menit, dengan istirahat pagi 10 menit dan waktu makan siang 40 menit. Sesi resume sore sekitar pukul 13:00 sampai sekitar 16:00 atau 17:30, diikuti dengan membersihkan kelas. Setelah itu  mungkin akan mengambil istirahat makan malam pendek di rumah, atau mereka dapat makan di sekolah. 

Pukul 7 atau 8 malam neng geulis itu akan kembali ke perpustakaan sekolah untuk belajar atau menghadirii les bimbel  sampai antara 22:00 dan tengah malam. Nah, terjawab sudah prasangka Simbah selama ini. Ternyata mereka udah lewat jam 10 malam masih 'klintingan', jebul pulang sekolah sore..wachh..ternyata pelajar Korsel itu pekerja keras..layak setelah gede nurun bapaknya yg kerja kayak orang gila, lupa waktu.

Ini karena seperti yg simbah ceritain kemarin , masuk perguruan tinggi di korsel sangat sulit, kompetitif. Beda dg kita yg cukup dg UMPTN, rapor SMU menyumbang 40% penentuan kelulusan siswa. Penilaian dalam memasuki universitas adalah kombinasi pencapaian nilai SMU digabungkan dg nilai tes skolastik secara nasional. Konon para pelajar korsel harus menghafal 'nglothok' luar kepala 60 - 100 halaman setiap kali tes untuk mendapat nilai bagus...mumet po rah...?

Saking pentingnya ujian UMPTN sampean bisa  melihat kehebohan para pelajar dan ortunya saat hari H ujian itu , bahkan Pak Plolisi pun sampai 'cincing jarik' menyisir tiap halte dan jalanan hanya untuk mengangkut pelajar yg ketinggalan bus..!

Pekerja boleh telat atau gak masuk kerja utk menemani anaknya belajar larut malam dan mengantar mereka ke tempat ujian. Tempat rekreasi jg tutup lebih awal. Adik kelas berbondong-bondong datang untuk ngasih support kakak kelasnya..wis pokoke mengharukan tenan. Pake acara peluk-pelukan kayak mo ditinggal pergi perang aja, *Simbah njajal melu peluk-pelukan malah konangan..asem kie,,!*


Lalu bagaimana interaksi antar pelajar dan guru di sekolah..sesuk wae lah lanjutannya..wis ngantuk simbah..whhuuaacchh...mmbberrr....uadem...Tidur dulu ,mugo-mugo ngimpi dicokot SNSD po Wondergirls..Idich....geli.!!

bimomukti the snowman, seoul

Sekilat sistem pendidikan di Korsel.

Ketika di Indonesia orang-orang masih berdebat masalah unas ataupun tetek bengek ujian kelulusan simbah malah dibuat heran dengan sistem pendidikan di KorSel yang justru malah mengambil kebijakan SEMUA LULUS DAN SEMUA NAIK KELAS.

Iya.. semua siswa dari berbagai tingkatan sekolah gak ada yg ndekem mengulang di kelas yg sama atau gak naik kelas. Lebih mengherankan lagi semua dipersilakan lulus dan mengantongi ijazah melanjutkan ke jenjang pendidikan yg lebih tinggi.

Andai itu diterapkan di Indonesia saya membayangkan siswa kita akan makin gemblung, gak niat belajar, manut udele dewe...ajur wis..! Lha wong dg sistem pendidikan yg sekarang aja anak-anak kita ndugal ora karuan nggenahnya...iya tow?? Saya jadi ingat adik saya yg gagal jadi anggota TNI gara-gara ijazah SLTP-nya hanya ijazah persamaan karena gak lulus di sekolahnya...*Oo..lahh Lee..umpama kamu dulu sekolah di Korea pasti kamu udah gagah petantang-petenteng pake bedil.*

Faktanya pelajar di Korea belajar mati-matian tuh..gak celelekan. Meskipun pasti naik kelas dan pasti lulus bukan berati gak ada ujian, tetap ada ujian. Ujian semata-mata untuk mengetahui sejauh mana siswa menyerap ilmu dari para guru. Rupanya yg bikin mereka belajar sungguh -sungguh  adalah nilai ujian selama menempuh pendidikan di sekolahnya mulai tahun pertama hingga tahun terakhir diakumulasi, dikalkulasi dan menentukan jenjang pendidikan berikutnya.

Jadi pelajar SLTP bila ingin melanjutkan sekolah di SLTA  favorit dan bermutu harus memiliki akumulasi nilai tertentu yg telah ditetapkan sekolah tujuan. Bukan sekedar nilai Ujian Akhir lho... Sekolah yg berkualitas tak ada tawar menawar masalah syarat nilai akumulasi minimal tadi. Berapapun siswa yg masuk sesuai ketentuan akan diterima. Meskipun calon siswa yg memenuhi syarat hanya sedikit, tak jadi masalah.

Malah kepeneran, gurunya hanya ngajar murid sedikit, tapi muridnya bermutu dan ngajarnya bisa lebih gereget. Sekolah gak ngejar jumlah murid. Kayak bis kota aja yach..gak peduli berapapun penumpangnya kalau udah jamnya berangkat ya budhal..meski simbah tinggal selangkah nyampai badan bus..budhal..yo budhal..kita yg harus menyesuaikan aturan. Itulah yg disebut disiplin.

*Wah..kalau cuman gitu tetap saja nggak bisa diterapkan di Indonesia Mbah..Anak-anak kita paling-paling yo nrimo ing pandum kalau kira-kira gagal masuk sekolah favorit...tetep aja sak karepe dewe*.

Iyo..tapi masuk ke sekolah lanjutan berikutnya yg bermutu akan menentukan nasib ke jenjang berikutnya, bila ingin masuk ke perguruan tinggi misalnya.

*Halah..boro-boro masuk perguruan tinggi, lulus SLTA aja udah syukur..*

Welah..di Korea ini seluruh perusahaan sangat menghargai lulusan perguruan tinggi loh..Lulusan perguruan tinggi akan mendapatkan jabatan dan karir bagus di perusahaan dan so pasti gajinya gak level bila dibanding pekerja lulusan SLTA kayak k simbah dkk yg cuman 1500 dokar. Uang segitu di Korea ora aji..sebulan aja udah jadi arang apalagi udah berumah tangga..wah puyeng..! Nah makanya mereka berlomba-lomba masuk perguruan tinggi demi masa depan..nggak kayak simbah ini lulusan SD aja lulusnya pake nangis-nangis sama Kepsek.

Jadi semenjak awal, anak-anak udah diberi beban tanggung jawab masa depan oleh bapak ibunya. Kalau ingin hidup enak, punya mobil, apartemen , gak susah cari jodoh ya harus kuliah. Oh iya..ngomong-ngomong soal jodoh, banyak laki-laki Korea yg takut nikah gara-gara cuman jadi kuli pabrik dan gak punya apartement..poseeenngg....!!

Mereka diberi pilihan mau sukses dg lulus kuliah atau cukup lulus SLTA jadi kuli pabrik, uripnya njungkel njempalik kayak Simbah...(bersambung)



Sabtu, 02 April 2011

keperawanan

Seperti Apa Bentuk Selaput Dara?

Selaput dara merupakan salah satu bagian tubuh wanita yang seringkali diperbincangkan karena selalu dikaitkan dengan keperawanan. Tapi ternyata selaput dara tidak hanya terdiri dari satu bentuk saja, setidaknya ada 4 macam bentuk dari selaput dara ini.















  1. Annual hymen, bentuk selaput dara ini melingkari penuh lubang vagina.
  2. Septate hymen, bentuk selaput dara ini ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka.
  3. Cibriform hymen, bentuk selaput dara ini ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka, tapi lubang ini lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak.
  4. Introitus, pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam hubungan seksual bisa saja lubang selaputnya membesar, namun masih menyisakan jaringan selaput dara.
Selaput dara seringkali dikaitkan dengan keperawanan seseorang, tapi sebenarnya beberapa perempuan bisa saja kehilangan selaput daranya melalui kegiatan fisik seperti bersepeda, mencoba bereksperimen seksual sejak dini atau akibat trauma.

Setiap tubuh perempuan berbeda-beda, sehingga pengalaman dan penetrasi seksualnya juga berbeda. Hal inilah yang membuat selaput dara tidak bisa menjadi patokan keperawanan seseorang.

Karena tidak selamanya selaput dara yang robek mengalami pendarahan saat berhubungan seksual, hal ini tergantung dari penetrasinya. Jika perempuan merasa rileks, terangsang dan cairan lubrikasinya keluar maka tidak akan terjadi pendarahan.

Ketika melakukan seks untuk pertama kalinya, ada perempuan yang merasa sakit pada bagian vaginanya tapi ada juga yang tidak. Perbedaan itu terletak pada seberapa banyak cairan lubrikasi yang dihasilkan dan seberapa tegang selaput dara perempuan tersebut saat bersenggama.














Saat ini dokter bedah plastik telah mengembangkan suatu prosedur yang dikenal sebagai hymenoplasty untuk menciptakan operasi selaput dara pada perempuan yang telah rusak selaput daranya.

Operasi pemulihan selaput dara ini selalu menimbulkan pro dan kontra. Namun operasi ini dapat bermanfaat bagi perempuan yang hidupnya mungkin dalam bahaya jika tidak memiliki selaput dara.

Selain itu tidak semua perempuan dilahirkan memiliki selaput dara pada vaginanya. Pada beberapa penelitian menunjukkan ada beberapa bayi perempuan yang lahir tanpa memiliki selaput dara.















Jumat, 01 April 2011

ngintip siswa Kor Sel

Sekarang mari kita ngintip suasana belajar mengajar di banyak sekolah korsel. Menurut teman saya, suasana persekolahan berbeda antar satu sekolah satu dg yg lain. Namun setidaknya bisa ditarik benang merah secara umum suasana belajar mengajar di korsel. 

Baiklah mari kita mulai dari gerbang sekolah. Gerbang akan tutup setelah waktu menunjukkan jam belajar dimulai sekitar pukul 08:00. Bila ada yg terlambat biasanya mereka akan berhadapan dg guru penegak disiplin di gerbang sekolah lalu menerima hukuman yg bervariasi, mulai push-up, lari mutar lapangan, berdiri di bawah bendera, atau disuruh nungging dg ujung kepala menyentuh lantai, kaki lurus dan tangan di belakang pinggang..wis njajal dipraktekkan...


Mereka akan mengucapakan salam, "anyong haseo' yg artinya mirip dg 'assalamu'alaikum' pada setiap guru ataupun kakak kelasnya. Rasa hormat pada guru tampak jelas dari sikap mereka saat berpapasan dg guru, sedikit membungkuk tak lupa mengucap salam. Rasa hormat dan sikap kaku antara murid dan guru barangkali mengingatkan kita dg sekolah Indonesia di era '60-an atau '80-an.

Di kelas sangat jarang terjadi interupsi ataupun pertanyaan saat guru sedang menerangkan. Biasanya pertanyaan akan berlangsung saat kelas usai ketika guru berjalan di lorong sekolah atau duduk santai. Mereka menulis dan membaca dg huruf Korea yg disebut Han Gel. Tentu, mereka akan gelagapan bila disuruh membaca atau menulis huruf latin. Bukan berarti tak diajarkan tapi agaknya faktor cinta budaya nasional lebih besar.


Meski begitu pelajaran bahasa Inggris diajarkan mulai SD kelas tiga bahkan dg mendatangkan langsung guru bule di dalam kelas. Sistem pembelajaran lebih menekankan pada percakapan santai daripada hafalan grammar. Mungkin mereka berkaca pada para TKI yg pada awalnya sulit berbahasa korea namun pada akhirnya bisa lancar berbahasa korea karena seringnya percakapan langsung sehari-hari.

Masalah displin memang menjadi pilar pendidikan. Dulu orang tua merespon laporan pelanggaran disiplin yg dilakukan anaknya dengan mengirimkan beras sebagai permintaan maaf karena telah menyebabkan guru khawatir dan kesulitan. Namun sejak tahun 1999, guru tidak lagi memiliki wewenang hukum untuk mengatur hukuman fisik dan diganti dg hukuman yg bersifat edukatif.

Saya pernah bertanya pada teman yg memiliki anak seusia SLTP tentang bagaimana menanamkan rasa tanggungjawab dan disiplin pada anaknya. Dia bilang bahwa dia telah bercerita banyak tentang keras dan beratnya hidup bila hanya berpendidikan SMU lalu bekerja sebagai buruh pabrik seperti dia. Orang tua menyerahkan keputusan masa depan pada anaknya ingin jadi kuli atau mendapatkan pekerjaan yg lebih baik dan gaji besar.


Sebagai gambaran, dg gaji buruh sekitar 1500 dolar itu masih kurang. untuk bayar listrik, air , makan, sewa apartement atau rumah dan biaya sekolah masih sangat cupet. Bahkan sopir beghoe depan pabrik yg bergaji 3000 dolar saja merasa masih sesak nafas. Itu belum beli apartment seharga sekitar 300.000 dolar. Tak heran bila banyak bujang lapuk yg gak berani nikah mengingat 'rekoso'nya jadi orang Korea.


Mereka harus kerja keras berangkat pagi pulang malam setiap hari dan belum tentu bisa nabung. Jadi meskipun korsel termasuk negara  maju namun sesungguhnya lebih rekoso dibanding petani di Sleman dg pendapatan 50 dolar sebulan.


Melihat kenyataan hidup yg ditanamkan para orang tua sejak kanak-kanak mereka berusaha sungguh-sungguh untuk berprestasi agar bisa hidup nyaman. Orang Korea bahkan selalu mengingat-ingat jaman susah-susahnya saat baru saja dijajah Jepang. Seperti makan dg tak pernah menyisakan nasi, menanyakan kabar dg ungkapan, "sudah makan belum?" saat bertemu tmn, bila dijawab sudah berarti kabar baik tp kalau dijawab belum itu berarti sedang sakit atau tak punya nasi untuk dimakan. 


Mereka bukan bangsa pelupa yg dg mudah melupakan sejarah kelam negerinya, mereka akan menceritakan kisah itu turun temurun pada anak cucu agar mereka terpacu semangat dan berusaha utk tak jatuh pada kesengsaraan yg sama. 


bimomuktu the snow man

 

Selasa, 29 Maret 2011

Laki-laki Dibalik 'Iwak Ingkung'

ostingan ini saya buat bukan bertujuan untuk menyampaikan ajaran kejawen ataupun menggurui siapapun. Apalagi mencampur adukkan antara ajaran agama dan 'ular-ular' sesepuh kejawen. Justru menjembatani para pendakwah di tanah jawa dengan masyarakat yang masih memegang teguh budaya Jawa. Setidaknya meniru kiprah dakwah para wali dan mursyid yang telah sukses berdakwah di tanah Jawa.

Iwak ingkung.
 Saya ingat pertama kali mendapatkan wejangan menjadi seorang anak laki-laki oleh Bapak. Bapak yang masih memegang tegung kearifan lokal kejawen, memahami Islam dari sisi Jawanya. Mengajarkan nilai-nilai Islami melalui pitutur Kejawen. Tidak mencampuradukkan ajaran mistik kejawen tapi demikianlah para sesepuh dahulu berdakwah mengajarkan keluhuran Islam dengan menyelipkannya dalam kearifan lokal Jawa secara halus hingga masyarakat Jawa dengan suka cita menerima Islam sebagai ajaran yang selaras dengan jiwa dan pemikiran mereka.

Maka momentum sunat, pertanda seorang anak laki-laki siap memasuki masa baligh, bapak mengajarkan ilmu lelaki melalui 'iwak ingkung'. Acara selamatan sebagai tanda syukur pada Allah karena telah memberikan karunianya hingga saya masuk akhil balighpun digelar. Berbagai 'ubarampe' hidangan selamatan yang akan disedahkan dalam bentuk kenduri dipersiapkan . Tak terkecuali menu 'ingkung'.

Ayam jago, kebetulan Bapak memilih ayam jago kesayanganku untuk disembelih. Beliau mensyaratkan harus saya yang menyembelih. Mengajarkan pada anak laki-lakinya untuk berani, tegas, tatag tabah dan tega, tega melihat darah tertumpah. Menjadi lelaki jantan tidak boleh cengeng meski harus membunuh binatang kesayangannya sendiri, kalau memang memiliki kemaslahatan untuk disembelih.

Setelah disembelih lalu dibersihkan jeroannya. Kemudian saya serahkan semua organ dalam ayam jago tersebut berikut ayamnya tanpa dipotong-potong, hanya dibelah dadanya, kepada ibu-ibu untuk dimasak. Rupanya ditangan ibu-ibu jeroan ayam jago tadi dimasukkan lagi ketubuh ayam lalu diikat hingga membentuk ayam yang bersujud.

Setelah matang dan dihidangkan di atas meja, Bapak memulai wejangan berikutnya. Ayam jago jeroannya dibersihkan dari kotoran sebagai simbol bahwa seorang laki-laki harus memiliki kebersihan lahir batin. Bersih di dalam dan di luar bila ingin menyembah, mengucap syukur pada Tuhan. Bersyukur juga harus ikhlas lahir batin.
Mengapa harus diikat? Bapak tertawa, lalu bercerita tentang bagaimana watak ayam jago. Ayam jago memiliki sifat angkuh, merasa paling gagah dan paling cakep. Bahkan ayam jago juga sok jagoan, merasa paling jago bertarung, mudah marah dan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Lihat saja bagaimana ayam jago berjalan dengan membusungkan dadanya, tak mau akur dengan ayam jago lain, 'jegrak' jambul dan sayapnya bila berhadapan dengan jago lain yang juga sok jagoan tak mau tunduk dihadapannya.

Selain sangat membanggakan tajinya ayam jago juga salah satu makhluk yang doyan kawin. Perhatikan bagaimana ayam jago hendak mendapatkan betina. Ayam jago akan pura-pura sok dekat sok perhatian, pura-pura nunjukin ceceran makan di tanah agar betina mendekat. Setelah betina terlihat akrab dan mau mendekat buru si jantan langsung nangkring diatas tubuh betina melepas syahwatnya. Setelah itu, masih pura-pura dekat sebentar kemudian ditinggalkan mencari betina lain. Parahnya ada juga jago yang maksain kehendak mengejar betina hingga lari terbirit-biri, setelah nangkring lagi-lagi sok ngasih perhatian sok romantis lalu ditinggal begitu saja.
Ayam jago adalah gambaran makhluk egois,sombong,kasar,pengumbar hawa nafsu,buaya darat, tak bertanggung jawab. Oleh karenanya ketika menjadi ingkung akan diikat seluruh tubuhnya dan dibersihkan luar dalam. Diikat 'njungkung' seperti orang sujud sebagai simbol  cita-cita manunggal. Diwujudkan dengan selalu n'jungkung (bersujud), dan diperoleh dengan selalu manekung (muhasabah, khalwat, i'tikaf, atau tahannuts).


Saya berdecak kagum dengan sepotong wejangan kearifan para leluhur pendakwah Islam jaman para wali yang mengubah budaya pagan sinkrit penyembah roh-roh nenek moyang dan mistik jaman pra Islam menjadi sarana dakwah yang humanis. Sekaligus rasa kagum dan hormat pada Bapak yang bersedia menyampaikan hal itu pada saya, karena jarang jaman sekarang orang tua sekalipun yang paham dengan nilai filosofi itu.

Bapak berharap agar sifat buruk ayam jago dibuang jauh-jauh , memaksa diri sendiri , mengikat hawa nafsu hewani agar senantiasa manembah , sumeleh, pasrah, rendah hati, merontokkan bulu-bulu kebanggaan,membersihkan jiwa dan raga. Itulah laki-laki sejati, laki-laki yang mampu menahan diri mengikat hawa nafsu membersihkan jiwa raga , njungkung merendahkan diri. InsyaAllah Bapak...

bimomukti the snowman,seoul.

Senin, 21 Maret 2011

Lebih mulia dubur atau lisanmu?

Semalam saya mendapat kecelakaan kecil, jempol tangan kiriku kena palu.  Ketika hendak melepas cetakan molding, cetakan itu susah sekali lepas hingga terpaksa harus dipukul keras-keras. Mungkin karena ngantuk, palu meleset dari sasaran dan mengenai jempol dengan kekuatan penuh pula. Spontan teriakan keras mengaduh keluar dari mulut disertai rentetetan makian sepuluh bahasa sekaligus.

Setelah beberapa saat rasa sakit berangsur memudar, Alhamdulillah.... Giliran pikiran yang kembali mengulang peristiwa celaka itu terjadi. "Astaghfirullahal'adzim," Aku teringat betapa banyak makian keluar berhamburan begitu saja ketika itu.

Saya tersenyum ketika teringat dongeng Simbok saat saya masih belia, tentang 'Pak Kyai dan suara kentut'. Kisah itu begitu membekas tapi sering terlalaikan.

Alkisah di sebuah surau Kyai sedang memberi petuahnya. Warga dan para santri berbaur mendengarkan ceramah beliau. Surau penuh sesak meluber sampai serambi, hingga bila ada salah seorang yang duduk di tengah atau di depan kebelet kentut harus ditahan semampunya.

Seorang jama'ah, Abdul, tiba-tiba merasa harus buang kentut di tengah ceramah Pak Kyai yang sedang seru-serunya. Apesnya dia duduk di kerumunan terdepan tepat di hadapan Pak Kyai. Beberapa menit dia mampu menahan kentutnya namun hari itu Abdul memang sial, angin di perutnya tanpa bisa ditahan nyelonong keluar melewati sela-sela dubur dengan suara bak terompet perang.

Merah padam mukanya menahan malu, malu pada Pak Kyai. Anggota jama'ah lain sesaat memandanginya dan tanpa dikomando tertawa terpingkal-pingkal membuat seisi surau itu riuh rendah oleh gelak tawa jama'ah pengajian Pak Kyai. Namun anehnya Pak Kyai tak menunjukkan reaksi apapun, bahkan raut mukanyapun biasa saja. Seorang jama'ah yang heran memberitahu Pak Kyai bahwa Abdul baru saja kentut dengan suara menggeledek mengagetkan seluruh jama'ah.

Namun Pak Kyai tetap berbicara tanpa terganggu oleh gelak tawa jama'ahnya. Mengira Pak Kyai tak mendengar santri lain mengulangi pemberitahuan pada Pak Kyai mengapa mereka tertawa. Pak Kyai diam lalu bertanya," Mengapa kalian terlihat tertawa?"
"Abdul kentut Pak..!" Seseorang menjawab.
"Tolong jawab mengapa kalian tertawa?" Pak Kyai bertanya lagi.
"Abdul kentutnya keras banget hingga seakan-akan surau kita ini mau roboh, Pak Kyai.!"
"Ada apa sih ini kok pada ketawa, ya sudahlah kalau tak ada yang menjawab kita lanjutkan kajian kita," kata Pak Kyai seolah tak mendengar jawaban santrinya.

Para jama'ah dan santri saling berbisik," Rupanya Pak Kyai tiba-tiba tuli."
Abdul tersenyum cerah," Itu berarti beliau tak mendengar suara kentutku donk.."

Padahal, kata Simbok, Pak Kyai itu hanya pura-pura tuli untuk menjaga perasaan Abdul, agar tidak merasa malu dan dipermalukan. Abdul sudah berusaha keras menahan dubur agar tidak bersuara namun rupanya kawan-kawannya di surau itu tak mampu menahan lisannya untuk mempermalukan Abdul di depan Pak Kyai.

"Betapa kelak saat kau dewasa akan mengerti bahwa menahan dubur agar tidak mengeluarkan najis lebih mudah daripada menahan lisan mengeluarkan kata kotor dan najis," Malam itu Simbok mengakhiri dongengnya setelah mengecup keningku.

Kini saya menyadari bahwa saya tak mampu memuliakan lisan ketimbang dubur. Barangkali, saya mampu menahan kentut agar tidak mendapat malu namun sudah berulangkali saya tak mampu menahan mulut bicara kotor, menyakiti hati orang, mencela orang, menggunjing, memfitnah, berdusta yang justru sebenarnya akan sangat mempermalukan diri saya sendiri.

Terima kasih Simbok atas pelajaran berharga yang kau berikan lewat dongeng indahmu. Salam cinta penuh hormat dan iringan do'a agar Simbok selalu sehat dan meneruskan dongeng yang tiada habis-habisnya.

bimomukti the snowman.seoul.

Senin, 04 Oktober 2010

TAKUTNYA ANAKKU PADA KATAK

Meskipun sedang merantau dan jauh dari anak tapi saya tetap memantau tumbuh kembang anak . Baik dari segi fisik maupun psikologis, tidak sekedar mendengar cerita dari ibunya tapi berbincang face to face meski harus terhalang layar komputer. Mendengar celoteh kisah petualangan sehariannya, cerita tentang pelajaran di sekolah , tentang ustadz/ah dan kawan-kawannya. Melihat kemampuannya bermain keyboard ataupun mengecek hafalan surat-surat pendek Al Qur;an.

Dan malam itu Bimo, anak saya bercerita tentang pelajaran yang didapat di sekolahnya, tentang hewan-hewan yang diharamkan untuk dimakan. Dengan seksama dan antusias saya dengarkan saat dia bercerita tentang haramnya babi, najisnya anjing, dan haramnya makan katak. Iya katak, Bimo beralasan haramnya katak karena menjijikkan, dengan raut muka dan ekspresi meyakinkan tentang betapa menjijikkannya katak ,ulat dan cacing. Saya tercenung, bukan soal haram dan menjijkkannya binatang itu tapi tentang betapa meyakinkannya Bimo mengekspresikan istilah menjijikkan itu.

Terus terang saya merasa kecewa dengan apa yang didapatnya di sekolah hari itu. Bimo berhasil dg sempurna mengekspresikan rasa jijik yang didapat dari ustadzahnya. Saya menyekolahkannya di pesantren alam agar Bimo bisa mengenal alam dan segala isinya dengan baik, mampu bersahabat dengan alam dan mencintainya. Justru agar dia hanya mengenal rasa jijik tapi tidak merasa jijik dengan segala makhluk.

Bahkan saya melarang keras ibunya, yang jijik dengan kecoak dan katak untuk mengekspresikan rasa jijik dan takutnya pada hewan itu di depan anak kami. Karena anak dengan sangat mudah meniru dan mempelajari sikap orangtuanya terhadap sebuah fenomena. Bahkan akan menurunkan rasa jijik dan takutnya melalui perilaku yang ekspresif yang dipertontonkan pada anak. Orang tua yang takut kecoa akan mengajarkan takut pada kecoa termasuk ketakutannya pada hantu. Maka sesungguhnya ketakutan anak itu diciptakan oleh lingkungan terutama orang tuanya.

Itulah sebabnya barangkali stress dan gangguan jiwa menjadi penyakit turunan. Itu karena anak mempelajari pola perilaku orangtua dalam mensikapi sesuatu. Melalui ucapan yang terlontar dan didengar anak, mereka anak-anak kita akan dengan cepat mempelajarinya. So, berhati-hati bicara pada anak maupun berbicara saat ada anak di dekat kita sangat penting. Kadang kita menganggap anak tak tahu dengan apa yang sedang kita bicarakan, kita malah sering 'ngrasani' anak di depan mereka, tentang bandelnya , rewelnya, susah makannya dll.

"Paijo anakku jeng, kalau gak diajak jalan2 muter naik motor nggak mau makan lho!", keluh Tulkiyem pada sobatnya. Sedang anak ada di dekatnya, akibatnya fatal..Paijo benar-benar menghayati perannya sebagai anak yang tidak mau makan sebelum diajak jalan-jalan naik motor.

Karena takut pada sesuatu atau kondisi tertentu, tanpa sadar orangtua akan melarang anak dengan cara menakut-nakutinya. Misalnya, “Awas ada kucing, nanti kamu dicakar!” Atau “Pokoknya, kalau makannya enggak habis, Mama panggilin dokter biar nyuntik kamu!”.

Memang, metode semacam ini amat tokcer untuk “memaksa” anak mau menuruti keinginan orangtua. Alhasil, anak selalu takut jika melihat bahkan mendengar suara sosok siapa pun atau binatang yang baginya telanjur dianggap menyeramkan. Padahal, sosok ataupun binatang yang selama ini dianggap menakutkan si kecil tersebut, sebetulnya sama sekali tak berbahaya.

Bimo anakku akan menghayati pelajaran dari ustadzahnya bahwa katak itu menjijikkan dan harus dijauhi! Malam itu juga istriku saya perintahkan untuk mencari katak di sawah depan rumah, menangkap dan menunjukkan bahwa katak bukan binatang yang menjijikkan dan ditakuti.

Keesokan harinya mereka benar-benar asyik 'glumut' di sawah mencari katak dan cacing lalu bermain riang bersama alam di dusun kami yang indah...Padahal saya tahu istriku paling takut sama katak! Tapi demi anak dia juga harus belajar mengatasi rasa jijik dan takutnya.wkwwkww....


BIMOMUKTI THE SNOWMAN,SEOUL 2/10/10

Sabtu, 05 Juni 2010

anakku takut berenang

Saat ibumu bilang esok pagi kamu akan berenang di kolam renang bersama teman-temanmu bapak merasa senang.Terbayang kamu akan bermain-main air dengan riang,mondar-mandir berenang khas anak-anak.Tawa ceriamu sudah membayang dimataku,betapa bahagianya kamu esok.Dengan tubuh mungilmu yang hanya bercelana kolor kecil mengingatkanku pada kenangan bertahun silam.Saat kamu masih berusia dua tahun mandi di bak kecil di kamar madi.'Kungkum' berendam menikmati segarnya air bersama bapak,yang membuat ibumu iri pingin nimbrung tapi bak terlalu sempit untuk kita bertiga.

Tapi esoknya ibumu bilang bahwa kamu terlihat tidak bersemangat di kolam renang.Kamu terlihat takut untuk membebaskan tubuhmu melayang-layang di air bersama teman-temanmu.Apalagi bila kepalamu terguyur air,merendamkan kepalamu di dalam kolam,maka wajahmu akan pucat pasi,nafas tersengal.Lalu kamu hanya bisa memandangi temanmu yg riang gembira bermain air.Kamu takut untuk sekedar membawa tubuhmu ke kolam meski tak terlalu di tengah.Kini setelah mendengar uraian ibumu gantian aku yang pucat pasi.Ini bukan masalah sederhana.

Bahkan ibumu menambahkan kalau kamu selalu megap-megap dan takut saat membilas rambut,mengguyurkan air di kepalamu.Duh nak pendekar kecil kebanggaan ibumu selama ini kamu memang jagoan berpetualang,memanjat pohon bergelantungan,jatuh dari sepeda,main sepak bola tidak membuatmu gentar.Tapi dengan air yang lembut menyegarkan telah menyiutkan nyalimu.Oh..nak bukan salahmu,ini semua salah bapak.

Kamu pasti takkan ingat kesalahan apa yang telah bapak perbuat padamu.Sungguh nak, bapak dihantui rasa bersalah semenjak ibumu cerita tentang masalah air dan kamu.Ingin rasanya berlutut dihadapanmu dan mohon maaf atas apa yang telah bapak perbuat padamu pangeran kecilku.Tapi bapak hanya mampu melihat kamu dari layar komputer dari webcam ibumu yang asyik bercerita tentang petualanganmu seharian ini.Tahukah kamu hati bapak serasa teriris-iris melihat kepolosanmu tak ada dendam di matamu atas apa yang telah bapak lakukan.

Angan bapak melayang kembali ke waktu kamu masih berusia belum genap dua tahun.Sore itu kamu sedang asyik bermain main di halaman rumah,bapak menyuruhmu segera mandi.Tapi kamu berulang kali menolak perintah bapakmu.Entah setan apa yang merasuki pikiran bapak waktu itu hingga menjadi kalap dan menyeretmu ke sumur belakang rumah.Tak memperdulikan jerit tangismu bapak lucuti bajumu dengan paksa dan tanpa ampun mengguyurkan berliter air di kepalamu tanpa jeda.Kamu megap megap bahkan tersedak bercampur tangismu yang tertahan oleh nafasmu yg diburu guyuran air tanpa henti..oh nak ,tak sanggup aku meneruskan kisah masa kecilmu oleh kejamnya bapakmu.

Mungkin kamu tak menyangka bila tiba tiba kelembutan bapak hilang pada hari itu.Mungkin kamu tak habis pikir mengapa harus dipaksa mandi dengan cara seperti itu padahal biasanya mandi berisi keceriaan bersama bapak.Dan itu rupanya membekas di jiwamu hingga kini.Bapak khilaf...kelak bila bapak pulang, ingin bapak tebus semuanya .Bermain dan belajar di kolam renang sepuasmu dan jangan khawatir tenggelam dalam kenangan bawah sadarmu.Bapak takkan lagi meninggalkanmu ,sedetikpun!

bimomukti the snowman